Penggunaan basis data pada saat ini telah banyak digunakan untuk keperluan keseharian oleh kehidupan manusia namun terkadang tidak banyak orang menyadarinya. Seperti halnya pada saat seseorang memiliki koleksi kaset yang sudah cukup banyak dan harus dilakukan suatu pengaturan agar koleksinya tersebut dapat diambil sewaktu-waktu tanpa susah payah mencarinya. Penyusunan koleksi kaset tersebut memerlukan suatu tempat untuk penyimpanan di mana penyusunannya dapat dilakukan berdasarkan jenis kaset tersebut ataupun berdasarkan penyanyinya. Bentuk dari penyusunan harus berdasarkan nilai unik yang dimiliki oleh kaset tersebut misalkan saja pemberian nomor sehingga mudah diidentifikasi oleh pemiliknya.

Hal seperti ini telah menerapkan suatu pola bagaimana koleksi kaset tersebut disusun, dan penerapan dari penyusunan tersebut memudahkan pemilik koleksi buku untuk mencari dan mengembalikan kaset yang telah digunakan atau dipinjam.

Kaset merupakan suatu objek di mana kelomok, jenis, penyanyi dan lain-lain adalah suatu karakteristik dari kaset tersebut, sedangkan lemari adalah tempat penyimpanan sehingga jika digabungkan maka lemari kaset dapat disebut juga sebagai tempat disimpannya kumpulan dari objek yang bernama kaset.

Basis data terdiri dari dua kata yaitu basis dan data. Basis diartikan sebagai tempat berkumpul, markas atau sarang, sedangkan data suatu fakta dari dunia nyata yang mewakili suatu objek. Basis data dan lemari kaset memiliki prinsip kerja dan tujuan yang sama, yaitu pengaturan, kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan suatu objek.

Pengaturan yang dilakukan pada lemari kaset merupakan pengaturan secara manual di mana pengaturan tersebut dapat diaplikasikan ke dalam suatu data abstrak yang berisi karakteristik dari suatu kaset dan disimpan di dalam suatu baris atau tempat penyimpanan data yaitu file. Sehingga perbedaannya ada pada media penyimpanannya. Basis data menggunakan media penyimpanan elektronis sedangkan kaset menggunakan lemari untuk media penyimpanan.

Tujuan utama dari sistem basis data adalah menyediakan pemakai melalui suatu pandangan abstrak mengenai data, dengan menyembunyikan detail dari bagaimana data disimpan dan dimanipulasikan. Oleh karena itu, titik awal untuk perancangan sebuah basis data haruslah abstrak dan deskripsi umum dari kebutuhan-kebutuhan informasi suatu organisasi harus digambarkan di dalam basis data.

Data pada sistem mikro komputer dengan skala yang lebih rendah, menggunakan database tunggal yang biasanya digunakan untuk mengakses hanya dengan seorang user pada satu waktu, tiap database hanya memenuhi sebagian data suatu organisasi.

Suatu database mungkin didefinisikan sebagai kumpulan data yang disatukan dalam suatu organisasi. Suatu organisasi dapat berupa bank, separtemen company, sekolah, universitas, dan lain-lain. Maksud dari database untuk menyimpan semua data yang diinginkan kepada satu lokasi, sehingga penyimpanan data berulang di dalam organisasi tersebut dapat dieliminasi. Ketika terjadi pengkopian data berulang-ulang disimpan pada lokasi yang berbeda dalam suatu organisasi, perbedaan akan muncul antara kumpulan data yang secara identik telah diakui. Pada maksud tersebut, adalah betul. Pada database yang terdesain dengan baik, data yang terduplikasi dapat tereliminasi dan kemungkinan penyimpanan data yang tidak konsisten dapat diperkecil.

Pada komputer mainframe, data pada database diakses secara bersama-sama oleh lebih dari beberapa ratus user. Database dapat terdiri dari lebih ratusan field yang dibutuhkan untuk informasi. Data pada sistem mikro komputer dengan skala yang lebih rendah, menggunakan database tunggal yang biasanya digunakan untuk mengakses hanya dengan seorang user pada satu waktu, tiap database hanya memenuhi sebagian data suatu organisasi.

Pada suatu organisasi atau perusahaan, basis data merupakan susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi/perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu pada komputer sehingga mampu memenuhi informasi optimal yang diperlukan oleh pemakai dan Database Management System(DBMS). DBMS itu sendiri adalah sebuah perangkat lunak yang mengatur dan mengontrol akses dari dan ke basis data dan sebuah program yang berinteraksi dengan basis data.

Melihat tingginya kebutuhan pemakai akan pemrosesan dan penyimpanan data yang besar, maka dibutuhkan suatu database yang handal. Database yang handal itu sendiri harus dapat memenuhi kebutuhan penyimpanan dan pemrosesan data dengan cepat, yang terdiri dari banyak tabel dan record hingga terabyte.

Seiring berjalannya waktu suatu database tidak hanya digunakan oleh satu pemakai untuk satu program aplikasi, tetapi suatu database master dapat berhubungan dengan banyak pemakai dan banyak program aplikasi. Ini yang menyebabkan suatu database dapat digunakan oleh beberapa pemakai dan beberapa program aplikasi. Berhubungan dengan penggunaan sistem database multiuser dan multiprogramming tersebut yang memungkinkan dibangunnya suatu database terdistribusi. Sebuah sistem database terdistribusi berisikan sekumpulan site, di mana tiap-tiap site dapat berpartisipasi dalam pengeksekusian transaksi yang mengakses data pada satu site atau beberapa site. Dalam sistem database terdistribusi biasanya dibuat suatu fragmentasi data, dimana data tersebut dipecah berdasarkan sitenya. Dengan penggunaan database multiuser dan multiprogramming, diharapkan sistem dapat menangani permintaan data yang cepat dalam database yang besar. Maka dari itu dibuatlah suatu partisi data pada VLDB (Very Large Database).

VLDB (Very Large Database) itu sendiri adalah database dalam ukuran sangat besar yang berisikan berbagai jenis data hingga beberapa giga-bytes atau terabytes (Benjamin Wah, 2008), yang memungkinkan data disimpan secara terpecah dan dapat dikelola menjadi lebih kecil. Partisi ini akan mengelompokkan data sesuai kondisinya pada suatu tablespace atau media penyimpanan data pada database. Manfaat lain dari partisi data adalah tiap-tiap segment (partisi atau subpartisi) bisa diletakkan pada tablespace yang berbeda, sehingga mendapat manfaat dari spreading (menyebar) tablespace dan mengurangi resiko kehilangan data karena tablespace mengalami korup.

VLDB (Very Large Database) adalah suatu dasar pengelolaan database dalam jumlah yang sangan besar, umumnya antara 10Gb sampai dengan 10Tb. Pengelolaan database dengan VLDB yakni pengelolaan partisi database, yaitu partisi tabel dan indeks. Partisi adalah memecah tabel ke dalam beberapa segmen (partisi atau subpartisi), dimana tabel konvensional hanya mempunyai satu segmen. Ada 3 metode utama partisi dan 2 metode gabungan, yaitu yang pertama adalah Range Partitioning. Dengan range partition, data dikelompokkan berdasarkan rentang nilang yang ditentukan. Range partition ini digunakan pada kolom yang nilainya terdistribusi secara merata. Yang kedua adalah List Partitioning. Pada list partition, data dikelompokkan berdasarkan nilainya, list partition digunakan untuk kolom yang variasi nilainya tidak banyak. Yang ketiga adalah Hash Partitioning. Hash partitioning akan menentukan suatu nilai yang akan diletakkan pada suatu partisi dan diatur secara internal berdasarkan hash value. Metode pemartisian yang selanjutnya adalah Composite Rangelist Partitioning dan Composite Rangehash Partitioning.

Pengelolaan partisi tidak hanya dapat dilakukan pada tabel yang sudah dipartisi tetapi juga dapat dilakukan pada suatu tabel yang belum dipartisi dan terdiri dari banyak record. Tabel tersebut dapat ditambahkan suatu partisi dengan memilih dari ke lima metode partisi. Pembuatan partisi pada tabel yang telah ada harus dilakukan redefinition table. Redefinition table adalah pembuatan ulang tabel dengan struktur yang sama dengan tabel yang ada menggunakan dbms_redefinition package. Untuk dapat melakukan redefinition table¸ pemakai harus memiliki hak akses pada table tersebut atau biasa disebut dengan privilage.

Database dengan content yang besar yakni yang terdiri dari banyak record, haru dapat dikelola dengan baik. Agar proses modifikasi data tidak terhambat dengan banyaknya data yang ada, dibutuhkan suatu metode partisi data, yang bertujuan dapat mengelola data menjadi kelompok-kelompok (partisi) yang terpecah sesuai dengan kondisinya. Ada lima metode dalam pengelolaan partisi, yaitu range partitioning, list partitioning, hash partitioning, composite ranglist partitioning, dan composite rangehash partitioning.

Pembuatan partisi tabel pada VLDB, tabel yang dipilih harus melalui proses redefinition table. Dimana tabel yang akan dipartisi harus didefinisi ulang strukturnya dan pembuatan partisinya. Dengan modifikasi data dapat disimpulkan waktu akses untuk modifikasi data yang terdiri select statement, update statement, insert statement, dan delete statement pada tabel yang telah dipartisi lebih cepat dari tabel yang belum dipartisi,. Hal tersebut dikarenakan pencarian data langsung berpusat pada tiap partisi yang didefinisikan sebelumnya. Maka proses partisi data pada very large database dapat mempercepat penanganan suatu query. Untuk pengembangan pada masa yang akan datang, dapat digunakan data untuk uji coba yang lebih besar sehingga diharapkan perbedaan waktu akses akan lebih signifikan.

Daftar Referensi :

1. Suryadi H. S. 1994. Pengantar Basis Data. Jakarta: Universitas Gunadarma.

2. Waliyanto. 2000. Sistem Basis Data Analisis dan Pemodelan Data. Yogyakarta: J&J Learning.

3. Gonydjaja, Rosny, 2012, “COMPOSITE RANGE LIST PARTITIONING PADA VERY LARGE DATABASE“, vol. 7, dilihat 26 Juni 2015, http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/kommit/article/view/564/489

Daftar Pustaka

  1. Darmawan, Darmadi & Imam Munardhi. 2006. Fight like Tiger Win Like a Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati. Jakarta: Gramedia. Halaman 10.
  2. ________________________________. 2006. Fight like Tiger Win Like a Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati. Jakarta: Gramedia. Halaman 10.
  3. Wirosardjono, Setjipto. “Didikan Jerman, Budaya Jawa”. Dalam http://www.republika.com
  4. Darmawan, Darmadi & Imam Munardhi. 2006. Fight like Tiger Win Like a Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati. Jakarta: Gramedia. Halaman 10.
  5. Trenholm, Sarah & Arthur Jensen. 2004. Interpersonal Communication. California: Wadsworth. Halaman 25.
  6. Wirosardjono, Setjipto. “Didikan Jerman, Budaya Jawa”. Dalam http://www.republika.com
  7. Kasali, Rhenald. 2006. Sembilan Fenomena Bisnis. Jakarta: Gramedia. Halaman 8.
  8. Trenholm, Sarah & Arthur Jensen. 2004. Interpersonal Communication. California: Wadsworth. Halaman 35.
  9. Kasali, Rhenald. 2006. Sukses Melakukan Presentasi. Jakarta: Gramedia. Halaman 55.
  10. 2006. Sukses Melakukan Presentasi. Jakarta: Gramedia. Halaman 56.
  11. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2005. Kamus Istilah Ekonomi. Jakarta. Halaman 75.
  12. Conboy, Ken. 2007. Intel Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia. Jakarta: Pustaka Primatama. Halaman 100
  13. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2005. Kamus Istilah Hukum. Jakarta. Halaman 75.
  14. Romney, Marshal R & Paul John Steinbart. 2005. Sistem Informasi Akuntasi. Jakarta: Salemba Empat. Halaman 455.
  15. Adhary, Rudy. “Kiprah Spion Melayu: dari BRANI hingga BIN”. Dalam http://www.kompas.com/ Diakses pada 17 Juni 2007.
  16. ___________. “Kiprah Spion Melayu: dari BRANI hingga BIN”. Dalam http://www.kompas.com/ Diakses pada 17 Juni 2007.
  17. Romney, Marshal R & Paul John Steinbart. 2005. Sistem Informasi Akuntasi. Jakarta: Salemba Empat. Halaman 450.
  18. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2005. Kamus Istilah Ekonomi. Jakarta. Halaman 75.
  19. Conboy, Ken. 2007. Intel Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia. Jakarta: Pustaka Primatama. Halaman 100
  20. ___________. 2007. Intel Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia. Jakarta: Pustaka Primatama. Halaman 110.

Catatan Kaki

  1. Darmadi Darmawan & Imam Munardhi, Fight like Tiger Win like Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati, Jakarta: Gramedia, 2006. Halaman 10
  2. Darmadi Darmawan & Imam Munardhi, Fight like Tiger Win like Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati, Jakarta: Gramedia, 2006. Halaman 10
  3. Soetjipto Wirosardjono, “Didikan Jerman, Budaya Jawa”, http://www.republika.com
  4. Darmadi Darmawan & Imam Munardhi, Fight like Tiger Win like Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati, Jakarta: Gramedia, 2006. Halaman 10
  5. Sarah Trenholm & Arthur Jensen, Interpersonal Communication, California: Wadsworth, 2004. Halaman 25
  6. Soetjipto Wirosardjono, “Didikan Jerman, Budaya Jawa”, http://www.republika.com
  7. Rhenald Kasali, Sembilan Fenomena Bisnis, Jakarta: Gramedia, 2006. Halaman 8
  8. Sarah Trenholm & Arthur Jensen, Interpersonal Communication, California: Wadsworth, 2004. Halaman 35
  9. Rhenald Kasali, Sukses Melakukan Presentasi, Jakarta: Gramedia, 2006. Halaman 55
  10. Rhenald Kasali, Sukses Melakukan Presentasi, Jakarta: Gramedia, 2006. Halaman 56
  11. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Istilah Ekonomi, Jakarta, 2005. Halaman 75
  12. Ken Conboy, Intel Menguak Tabir Dunia Intelijen, Jakarta: Pustaka Primatama, 2007. Halaman 100
  13. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Istilah Hukum, Jakarta, 2005. Halaman 75.
  14. Marshal R. Romney & Paul John Steinbart, Sistem Informasi Akuntansi, Jakarta, 2005. Halaman 455
  15. Rudy Adhary, “Kiprah Spion Melayu: dari BRANI hingga BIN”, http://www.kompas.com, 17 Juni 2007
  16. Rudy Adhary, “Kiprah Spion Melayu: dari BRANI hingga BIN”, http://www.kompas.com, 17 Juni 2007
  17. Marshal R. Romney & Paul John Steinbart, Sistem Informasi Akuntansi, Jakarta, 2005. Halaman 450
  18. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Istilah Ekonomi, Jakarta, 2005. Halaman 75
  19. Ken Conboy, Intel Menguak Tabir Dunia Intelijen, Jakarta: Pustaka Primatama, 2007. Halaman 100
  20. Ken Conboy, Intel Menguak Tabir Dunia Intelijen, Jakarta: Pustaka Primatama, 2007. Halaman 110

Game Online

Posted: May 30, 2015 in Uncategorized

Dilihat dari perkembangan teknologi sekarang ini, mayoritas orang banyak menggunakan fasilitas internet. Internet merupakan ikon dari perkembangan teknologi di era globalisasi saat ini. Semua orang di dunia telah mengenal dan menggunakan internet dengan baik..Hal tersebut telah membuat setiap individu terus berusaha agar dapat mengikuti setiap perkembangan teknologi yang ada,sehingga pengetahuan semakin bertambah dan maju seiring perkembangan zaman. Dari perkantoran hingga ke sekolah – sekolah kini telah menggunakan kecanggihan internet untuk melakukan aktivitas sehari – hari.

Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu kini semakin pesat, baik dari sisi hardware maupun software yang bersifat desktop based, web based hingga aplikasi ataupun game yang dapat berjalan dalam Ponsel / Gadget. Ponsel (Gadget) menjadi alat bantu pintar yang memiliki banyak kemampuan untuk berkomunikasi dua arah, sarana hiburan, memutar ulang audio video, menjalankan game, dan juga menjelajah di dunia maya. Selain dari sisi hardware maupun software yang semakin meningkat, perkembangan teknologi di bidang development pun juga semakin berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai macam engine yang semakin mempermudah developer untuk membuat game sesuai dengan keinginannya.

Dilihat dari kesibukan masyarakat saat ini yang begitu padat , pastinya dapat membuat tingkat emosional seseorang mudah berubah. Maka dari itu kebanyakan orang membutuhkan hiburan untuk mengurangi emosional tersebut. Salah satu hiburan yang mudah di dapat adalah permainan atau game. Di mana, di zaman yang serba teknologi ini, permainan sangat mudah di dapatkan, salah satunya adalah permainan yang berbasis teknologi. Permainan merupakan salah satu kebutuhan manusia akan hiburan dan terus berkembang sesuai kebutuhan manusia. Evolusi dari permaianan itu sendiri, bisa dikatakan sangat berkembang yaitu dari yang berjenis 2 dimensi, 3 dimensi, dan 4 dimensi. Dengan ini dikatakan terbawa ke dunia baru di bidang dunia hiburan.

Game online merupakan salah satu hiburan yang banyak digemari saat ini. Apalagi sekarang banyak sekali warung internet (warnet) dan game center yang menjadi pusat bermain anak muda. Kebanyakan mulai dari kaum pelajar hingga orang dewasa sekalipun memanfaatkan fasilitas internet untuk bermain game online. Bahkan anak usia dini saat ini pun sudah bisa memainkan game online tersebut.

Game Online merupakan jenis permainan komputer yang memanfaatkan jaringan komputer. Jaringan yang biasanya digunakan adalah jaringan internet dan yang sejenisnya serta selalu menggunakan teknologi yang ada saat ini, seperti modem dan koneksi kabel. Biasanya permainan daring disediakan sebagai tambahan layanan dari perusahaan penyedia jasa online, atau dapat diakses langsung melalui sistem yang disediakan dari perusahaan yang menyediakan permainan tersebut. Sebuah game online bisa dimainkan secara bersamaan dengan menggunakan komputer yang terhubung ke dalam sebuah jaringan tertentu.

Game online merupakan pemenuhan akan kebutuhan manusia dibidang hiburan karena dapat menghilangkan tingkat ketegangan emosional manusia. Dilihat dari jenis game online, game online dapat menambah tingkat konsentrasi dan penalaran seseorang, selain itu game online juga dapat melatih koordinasi mata dengan tangan, sehingga membuat para pemainnya cekatan. Game online juga dapat membuat sosialisasi fisik seseorang berkurang karena lebih banyak bersosialisasi di dunia maya. Game online tidak hanya digunakan sebagai fasilitas bermain saja, tetapi kita harus tau apa penyebab seseorang sering bermain game online dan dampak dari game online tersebut, baik itu dampak positif ataupun negatif.

Kebanyakan orang menyukai game online adalah untuk hiburan semata, dikarenakan permainannya yang tidak begitu sulit dan tampilannya cukup menarik. Namun tidak hanya itu, kurangnya perhatian dari keluarga juga bisa menyebabkan sesorang terutama anak sering bermain game online. Itu semata-mata hanya untuk mencari kesenangan diri akibat kurangnya perhatian dari keluarga. Kemudian banyak orang yang tidak mempunyai banyak kegiatan yang positif juga bisa menimbulkan seseorang menghabiskan waktunya hanya untuk bermain game online. Kurangnya bergaul juga menimbulkan kecanduan pada game online, mereka lebih senang bergaul di dunia maya daripada di lingkungannya.

Dampak positif dari game online itu misalnya melalui jaringan internet, memungkinkan pemain untuk melakukan sosialisasi virtual tanpa dibatasi ruang dan waktu. Bukan hal langka lagi ketika seorang pemain permainan daring menjalin hubungan pertemanan bahkan pernikahan yang bermula dari bermain game online bersama. Selain itu game online seringkali menuntut pemainnya untuk menyusun strategi dalam waktu singkat sehingga permainan yang tepat dapat melatih respon dan kecepatan berpikir seseorang. Game online jika dimanfaatkan dapat membuka peluang bisnis dan lahan mandapatkan penghasilan tambahan. Misalnya saja dengan menjadi pengusaha game centre, berjualan voucher permainan, atau bahkan melakukan transaksi jual beli melalui permainan. Banyak permainan berbasis internasional, sehingga menuntut seseorang untuk menggunakan bahasa Inggris. Jadi dapat melatih pemahaman mereka dalam berbahasa Inggris. Menurut peneliti, bermain membantu untuk meningkatkan ke-koordinasi tangan-mata, yang terutama penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Atribut ini sering ditransfer ke kehidupan nyata, membuat anak sangat baik koordinasi. Para pemain bisa membuat permainan sendiri sesuai dengan yang diinginkannya. Hal ini akan membantu stimulasi otak dan proses berpikir untuk menciptakan skenario yang panjang dan rumit sebagai bagian dari pengembangan kreativitas mereka. Game tidak hanya bisa dimainkan oleh anak, tapi juga orang tua. Tak ada salahnya untuk sesekali bergabung dengan anak untuk bermain bersama. Kebersamaan saat bersenang-senang ini akan meningkatkan keakraban dan interaksi dalam keluarga.

Game online pun juga memiliki dampak negatif bagi penggunanya, misalnya seperti sosialisasi fisik berkurang, karena pemain lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersosialisasi di dunia maya. Permainan daring dimainkan melalui komputer, yang mengeluarkan spektrum cahaya yang dapat merusak mata jika dipandangi terus-menerus tanpa istirahat. Beberapa permainan daring memerlukan biaya untuk memainkannya, misalnya dalam kategori permainan pay-to-play atau sekedar biaya penyewaan komputer di warnet atau game centre. Apabila tidak diorganisir dengan baik, permainan daring dapat menghabiskan biaya cukup besar. Permainan daring dapat mengacaukan manajemen waktu jika tidak diatur dengan baik. Banyak kasus di mana pemain yang kecanduan permainan daring bermain hingga lupa waktu dan melalaikan segala tanggung jawab dan pekerjaannya di dunia nyata, seperti bolos sekolah. Dalam beberapa kasus, pemain sama sekali melupakan aktivitas fisik dan makan di dunia nyata selama berhari-hari sehingga menimbulkan serangan jantung dan kematian. Pikiran akan selalu terarah pada game dan berakibat berkurangnya konsentrasi untuk belajar dan juga membuat emosi tidak stabil. Entah ini terjadi di seluruh dunia atau hanya Indonesia tetapi sejauh yang penulis temui di warnet-warnet diberbagai kota. Para pemain game online sering mengucapkan kata-kata kotor dan kasar saat bermain di warnet atau game center.

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas maka masalah yang akan dibahas lebih lanjut dalam penelitian ini yaitu hanya dibatasi pada kecanduan mahasiswa terhadap game online.

Kecanduan merupakan perasaan yang sangat kuat terhadap sesuatu yang diinginkannya sehingga ia akan berusaha untuk mencari sesuatu yang sangat diinginkan itu, misalnya kecanduan internet, kecanduan melihat televisi, atau kecanduan bekerja. Seseorang dapat dikatakan mengalami kecanduan jika tidak mampu mengontrol keinginan untuk menggunakan sesuatu, sehingga memyebabkan dampak negatif bagi individu, baik secara fisik maupun psikis (Badudu, J.S dan Mohammad Zain, Z, 2005: 1397). Salah satu objek yang menyebabkan munculnya kecanduan itu sendiri yaitu game online. Game online adalah permainan dimana banyak orang yang dapat bermain pada waktu yang sama dengan melalui jaringan komunikasi online (Internet). Game online dapat juga menghasilkan uang tambahan yaitu dengan menukarkan mata uang di game online dengan bentuk rupiah atau bisa juga dengan menjual karakter game online kepada orang lain (Ayu Rini, 2011: 89).

Dengan demikian kecanduan game online merupakan salah satu jenis kecanduan yang disebabkan oleh teknologi internet atau yang lebih dikenal dengan internet addictive disorder. Internet dapat menyebabkan kecanduan, salah satunya adalah Computer game Addiction (berlebihan dalam bermain game). Game online merupakan bagian dari internet yang sering dikunjungi dan sangat digemari dan bisa menyebabkan kecanduan yang memiliki intensitas yang sangat tinggi. Dari uraian di atas dapat disimpulkan pengertian kecanduan game online adalah suatu keadaan seseorang terikat pada kebiasaan yang sangat kuat dan tidak bisa lepas untuk bermain game online. Seorang pecandu game online dapat menghabiskan waktu untuk bermain sekitar 6 jam atau lebih dalam satu hari. Jika tidak memiliki aktivitas yang dilakukan pecandu game online dalam satu hari, mereka terbiasa untuk bermain game online lebih lama dan dapat menghabiskan waktu hingga 20 jam dalam satu hari.

Dalam perjalanannya, games online telah menjalani perkembangan yang pesat, baik dari segi teknologinya mulai dari dahulu hanya dipakai oleh militer untuk keperluan militer hingga bisa menjadi industri maupun dari ragam jenisnya. Games online juga sudah mempengaruhi cara kita bersosialisasi dengan orang lain. Games online membuat kita dapat berinteraksi secara tidak langsung dengan orang lain. Akan tetapi efek dari keranjingan games online juga dapat berdampak buruk tergantung pada diri masing bagaimana cara mengontrolnya.

Untuk mencegah terjadinya kecanduan game online sebaiknya melakukan aktivitas – aktivitas di luar rumah seperti berolahraga, berkumpul dengan teman – teman dan masih banyak lagi. Selain itu dengan metode spiritual thinking, yaitu dengan dengan mengalihkan energi dan gairah seseorang menuju hal-hal yang kreatif dan positif. Jika mereka bisa memprogramkan diri untuk menyenangi televisi dan bermain game online, mereka mestinya juga bisa diprogramkan untuk hal-hal lain yang lebih baik. Jika ia bisa candu untuk bermain game online, maka merekapun juga bisa diprogramkan untuk candu belajar. Sebaiknya kita harus mengatur antara waktu belajar dengan waktu bermain, jangan sampai waktu bermain lebih banyak daripada waktu belajar.

Metode yang digunakan dalam pengumpulan data di atas adalah metode langsung dan pencarian langsung dari berbagai sumber, seperti dari buku-buku yang berkaitan dengan judul penulisan dan dari berbagai blog dan website yang ada.

Daftar Pustaka :

  1. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas (2014). Permainan Daring. Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Permainan_daring [23 Mei 2015]
  2. Nicosekadau (2014). Manfaat dari Permainan Online untuk Anak – anak. Tersedia: http://sikaitkata.abatasa.co.id/post/detail/36174/manfaat-dari-permainan-online-untuk-anak-anak.html [23 Mei 2015]
  3. W (2012). Kajian Pustaka dan Kerangka Berpikir. Tersedia: eprints.uny.ac.id/8590/3/BAB%202%20-%2008413244048.pdf [23 Mei 2015]

Latihan dan Tugas Mandiri 5

Posted: April 30, 2015 in Uncategorized
  1. Tentukan subjek, predikat, objek, pelengkap dan keterangan kalimat berikut ini.

1) Persatuan dapat dilaksanakan dengan menciptakan perassan senasip.

Subjek                   : Persatuan

Predikat                 : dilaksanakan

Objek                    : –

Pelengkap              : –

Keterangan            : dengan menciptakan perasaan senasip (keterangan proses)

2) Dapatkah para pemimpin bangsa kita menciptakan perasaan semacam ini?

Subjek                   : para pemimpin bangsa

Predikat                 : menciptakan

Objek                    : perasaan semacam ini

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

3) Jika dapat, bangsa Indonesia akan segera bangkit dari krisis.

Subjek                   : Bangsa Indonesia

Predikat                 : bangkit

Objek                    : –

Pelengkap              : dari krisis

Keterangan            : –

4)Selain itu, nasionalisme meningkat, dan daya juang bangsapun meningkat.

Subjek                   : Nasionalisme dan daya juang bangsa

Predikat                 : meningkat

Objek                    : –

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

5) Dampaknya, arus modal ke luar negeripun akan dapat diperkecil.

Subjek                   : Nasionalisme dan daya juang bangsa

Predikat                 : meningkat

Objek                    : –

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

6) Megawati, presiden RI, berupaya meningkatkan kepercayaan rakyat terhadap kemampuan ekonomi Indonesia tanpa bantuan IMF.

Subjek                   : Megawati

Predikat                 : berupaya meningkatkan

Objek                    : kepercayaan rakyat terhadap kemampuan ekonomi Indonesia

Pelengkap              : tanpa bantuan IMF

Keterangan            : –

7) Budaya bangsa merupakan modal pembangunan.

Subjek                   : Budaya bangsa

Predikat                 : merupakan modal pembangunan

Objek                    : –

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

8) Kekayaan budaya bangsa merupakan sumber kreativitas yang luar biasa.

Subjek                   : Kekayaan budaya bangsa

Predikat                 : merupakan sumber kreativias yang luar biasa.

Objek                    : –

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

9) Kreativitas budaya berpotensi besar dapat mendukung perekonomian.

Subjek                   : Kreativitas budaya bangsa

Predikat                 : berpotensi besar

Objek                    : –

Pelengkap              : dapat mendukung perekonomian

Keterangan            : –

10) Dalam pembangunan, dituntut kreativitas baru, kerja keras, dan efisiensi.

Subjek                   : Pembangun

Predikat                 : menuntut

Objek                    : kreativitas baru, kerja keras dan efisiensi.

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

  1. Tuliskan pola dasar kalimat berikut ini.

1) Mahasiswa yang menjuarai perolehan Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi mendapat bea siswa melanjutkan pendidikanya ke jenjang lebih tinggi.

Subjek                   : Mahasiswa

Predikat                 : mendapat

Objek                    : beasiswa melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi

Pelengkap              : –

Keterangan            : yang menjuarai perolehan Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi

Pola kalimat          : S-KET-P-O

2) Kalimat yang panjang-panjang pada dasarnya mempunyai inti kalimat dasar yang sederhana.

Subjek                   : Kalimat yang panjang

Predikat                 : mempunyai

Objek                    : inti kalimat dasar yang sederhana.

Pelengkap              : –

Keterangan            : yang sederhana.

Pola kalimat          : S-P-O-K

3) Kalimat yang panjang-panjang cenderung bertele-tele, sukar dipahami, dan dapat menimbulkan salah penafsiran.

Subjek                   : Kalimat yang panjang

Predikat                 : cenderung bertele-tele ,sukar dipahami dan dapat menimbulkan salah penafsiran.

Objek                    : –

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

Pola kalimat          : S-P

4) Oleh karena itu, Anda harus dapat menyusun kalimat yang sederhana, mudah dipahami, dan jelas maknanya.

Subjek                   : Anda

Predikat                 : menyusun

Objek                    : kalimat

Pelengkap              : –

Keterangan            : sederhana,mudah dipahami dan jelas maknanya.

Pola kalimat          : S-P-O-K

5) Perang ekonomi di berbagai Negara akan dimenangkan oleh Negara yng dicintai oleh rakyatnya.

Subjek                   : Anda

Predikat                 : menyusun

Objek                    : kalimat

Pelengkap              : –

Keterangan            : sederhana,mudah dipahami dan jelas maknanya.

Pola kalimat          : S-P-O-K

6) Untuk itu, para elit politik berupaya menanamkan kecintaan, kebanggaan, dan kesetiaan rakyat kepada negaranya.

Subjek                   : Elit politik

Predikat                 : berupaya

Objek                    : kecintaan, kebanggaan dan kesetiaan rakyat kepada negaranya.

Pelengkap              : menanamkan

Keterangan            : kepada negaranya.

Pola kalimat          : S-P-Pel-O-K

7) Hal itu mudah diwujudkan, asal para elit politik memberi contoh dan tidak memperkaya diri sendiri.

Subjek                   : Elit politik

Predikat                 : berupaya

Objek                    : kecintaan, kebanggaan dan kesetiaan rakyat kepada negaranya.

Pelengkap              : menanamkan

Keterangan            : kepada negaranya.

Pola kalimat          : S-P-Pel-O-K

8) Agar dapat mandiri, kita harus bekerja keras dan menghentikan segala bentuk ketergantungan kepada Negara lain.

Subjek                   : kita

Predikat                 : bekerja keras dan berhenti

Objek                    : negara lain.

Pelengkap              : tergantung

Keterangan            : agar dapat mandiri

Pola kalimat          : S-P-Pel-O-K

9) Untuk mencerdaskan penduduk, pemerintah harus memberikan penyuluhan, gizi yang cukup, dan dana pendidikan yang mencukupi.

Subjek                   : Pemerintah

Predikat                 : memberikan

Objek                    : penyuluhan , gizi yang cukup, dan dana pendidikan

Pelengkap              : –

Keterangan            : untuk mencerdaskan penduduk.

Pola kalimat          : S-P -O-K

10) Jika tidak, sumber daya manusia bangsa Indonesia akan ketinggalan jauh dari Negara-negara Asean lainnya.

Subjek                   : Sumber daya manusia bangsa Indonesia

Predikat                 : ketinggalan

Objek                    : negara – negara ASEAN lainnya.

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

Pola kalimat          : S-P –O

  1. Kalimat berikut ini salah strukturnya. Tentukan kesalahan dan perbaikilah!

1) Mahasiswa itu giat belajar dan selalu mengikuti informasi terbaru. Sehingga menjadi mahasiswa yang berkualitas.

Perbaikan : Mahasiswa itu giat belajar dan selalu mengikuti informasi terbaru sehingga menjadi mahasiswa yang berkualitas.

2) Meskipun berprestasi , tetapi belum memenuhi syarat ke puncak kariernya.

Perbaikan : Meskipun berprestasi , Hal itu belum memenuhi syarat ke puncak kariernya.

3) Dalam negosiasi itu tidak memenangkan pihaknya.

Perbaikan : Negosiasi itu tidak memenangkan pihaknya.

4) Dari perkembangan usahanya menunjukkan kemajuan pesat.

Perbaikan : Perkembangan usahanya menunjukkan kemajuan pesat.

5) Tertinggi di kelompok A dan terendah di kelompok B.

Perbaikan : Meskipun tertinggi di kelompok A, namun di kelompok B dia adalah yang terendah.

6) Meskipun sudah mencapai puncak kariernya tetapi ia bekerja keras.

Perbaikan : Meskipun sudah mencapai puncak kariernya, ia tetap bekerja keras.

7) Megawati yang menjadi presiden wanita pertama di Indonesia.

Perbaikan : Megawati menjadi presiden wanita pertama di Indonesia.

8) Setiap orang mengharapkan akan sejahtera hidup di dunia dan di akhirat.

Perbaikan : Setiap orang mengharapkan sejahtera hidup di dunia dan akhirat.

9) Bagi pegawai negeri yang akan pensiun hendaklah menyiapkan mental.

Perbaikan : Bagi pegawai negeri yang akan pensiun hendaklah menyiapkan mentalnya.

10) Walaupun belum pernah ke rumahku , tetapi ia tidak kesulitan mencarinya.

Perbaikan : Walaupun belum pernah ke rumahku , ia tidak kesulitan mencarinya.

  1. Kalimat berikut ini salah diksinya. Tentukkan kesalahannya dan perbaikilah.

1) Ia bukan mahasiswa teladan tetapi mahasiswa biasa.

Perbaikan : Ia bukan mahasiswa teladan melainkan hanya mahasiswa biasa.

2) Cinta adalah merasa setia , bangga, dan prihatin terhadap objek cintanya.

Perbaikan : Cinta adalah perasaan setia , bangga, dan simpati terhadap objek cintanya.

3) Cinta yaitu perasaan setia , bangga dan prihatin.

Perbaikan : Cinta yaitu merasa setia , bangga dan simpati.

4) Cinta merupakan kasih sayang.

Perbaikan : Cinta ialah kasih dan sayang.

5) Sesuai cita-citanya menjadi wirausahawan , ia mendalami bidang tersebut.

Perbaikan : Sesuai cita-citanya menjadi wirausaha , ia mendalami bidang tersebut.

6) Ia bukan hanya cerdas tetapi juga rajin belajar.

Perbaikan : Ia bukan hanya pandai tetapi juga rajin belajar.

7) Ia membaca banyak buku-buku yang digemarinya.

Perbaikan : Ia membaca banyak buku yang digemarinya.

8) Ia mengambili buku-buku yang berjatuhan di lantai.

Perbaikan : Ia mengambili buku yang berjatuhan di lantai.

9) Kepada Yth Bambang Pamungkas di Jakarta.

Perbaikan : Yth. Bambang Pamungkas di Jakarta.

10) Bapak Prof.Dr. Purnama Sidi di Bandung.

Perbaikan : Yth. Prof.Dr. Purnama Sidi di Bandung.

  1. Kalimat berikut ini salah ejaannya. Tentukan kesalahanya dan perbaikilah.

1) Untuk menjadi atlit professional ia harus memiliki kondite baik dan “ track record “ yang luar biasa.

Perbaikan : Untuk menjadi atlet professional ia harus memiliki konduite baik dan track record yang luar biasa.

2) Meskipun usahanya belum berhasil ia tidak pernah mengeluh.

Perbaikan : Meskipun usahanya belum berhasil , ia tidak pernah mengeluh.

3) Buku itu mahal , tetapi dibelinya juga.

Perbaikan : Ia tetap membeli buku itu meskipun harganya mahal.

4) Bacalah halaman ke 1100 s/d 1500 dari 2000 halaman buku itu.

Perbaikan : Bacalah halaman ke seribu seratus sampai dengan seribu lima ratus dari dua ribu halaman buku itu.

5) Jika Anda mengkopi buku ini Anda akan didenda Rp. 5 miliar.

Perbaikan : Jika Anda mengkopi buku ini Anda akan didenda Rp 5.000.000.000,00.

6) Evaluasi pembelajaran Anda meliputi kehadiran , Ujian Tengah semester, Ujian Akhir semester dan Makalah ilmiah yang anda tulis.

Perbaikan : Evaluasi pembelajaran Anda meliputi kehadiran , hasil Ujian Tengah semester dan Ujian Akhir semester serta Makalah ilmiah Anda.

7) Ia akan mempelajari undang-undang itu dan membandingkannya dengan Undang-undang Dasar RI.

Perbaikan : Ia akan mempelajari Undang-Undang itu dan membandingkannya dengan Undang-Undang Dasar RI.

8) Pada hari ini selasa 17 Agustus 2004 Tahun Masehi RI merayakan hari kemerdekaan ke 58.

Perbaikan : Pada hari ini Selasa 17 Agustus 2004 , RI merayakan Hari Kemerdekaan ke 58.

9) Untuk mengambil uang di bank BNI dalam jumlah besar harus menunjukkan KTPnya kepada kasier.

Perbaikan : Untuk mengambil uang di bank BNI dalam jumlah besar harus menunjukkan KTPnya kepada kasir.

10) Banyak orang Indonesia mengkonsumsi cassava setiap harinya.

Perbaikan : Banyak orang Indonesia mengkonsumsi cassava setiap harinya.

  1. Kalimat berikut tidak efektif . tentukan kesalahannya dan perbaikilah menjadi kalimat efektif .

1) Karena sudah diketahui sebelumnya mahasiswa segera menjawab soal.

Perbaikan : Karena sudah mengetahui sebelumnya mahasiswa segera menjawab soal.

2) Di Indonesia melakukan berbagai pembenahan kebijakan bagi pembinaan masyarakat ekonomi lemah.

Perbaikan : Indonesia melakukan berbagai pembenahan kebijakan bagi pembinaan masyarakat ekonomi lemah.

3) Upaya mendesak adalah mengadili para koruptor.

Perbaikan : Mengadili para koruptor adalah upaya mendesak.

4) Korupsi dipastikan menimbulkan biaya produksi yang amat tinggi di berbagai usaha . Sehingga melemahkan daya saing di pasar internasional.

Perbaikan : Korupsi dipastikan menimbulkan biaya produksi yang sangat tinggi di berbagai usaha, sehingga melemahkan daya saing di pasar internasional.

5) Dengan korupsi seorang calon pejabat diwajibkan membayar uang yang sangat besar, maka setelah menjabat pejabat itu cenderung berupaya mendapatkan kembali uang yang digunakan untuk membayar jabatannya.

Perbaikan : Korupsi mewajibkan seorang calon pejabat membayar uang yang sangat besar untuk memperoleh jabatannya , maka setelah menjabat pejabat itu cenderung berupaya mendapatkan kembali uang yang digunakan untuk membayar jabatannya.

6) Vietnam yang berhasil menghukum mati para koruptor dalam upaya menegakkan keadilan dan kemakmuran di negara itu.

Perbaikan : Vietnam berhasil menghukum mati para koruptor dalam upaya menegakkan keadilan dan kemakmuran di negara nya.

7) Kepada semua mahasiswa yang mengadapi masalah penulisan skripsi dapat berkonsultasi dengan dosen pembimbing.

Perbaikan : Bagi mahasiswa yang menghadapi masalah penulisan skripsi dapat berkonsultasi dengan dosen pembimbing.

8) Oleh karena itu , maka setiap universitas hendaklah membimbing masyarakat kecil agar mengembangkan potensi bisnisnya.

Perbaikan: Setiap universitas hendaklah membimbing masyarakat kecil agar mengembangkan potensi bisnisnya.

9) Meskipun kinerja bisnis mulai bangkit , tetapi kita harus tetap meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.

Perbaikan : Meskipun kinerja bisnis mulai bangkit , kita harus tetap meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.

10) Dari penelitian membuktikan bahwa pembinaan ekonomi rakyat kecil kurang intensif.

Perbaikan : Penelitian membuktikan bahwa pembinaan ekonomi rakyat kecil kurang intensif.

11) Adalah merupakan tanggung jawab kita semua untuk menciptakan rasa aman dan tenteram di masyarakat kita.

Perbaikan : Menciptakan rasa aman dan tenteram di masyarakat kita adalah tanggung jawab kita semua

12) Kita akan membicarakan tentang pembinaan masyarakat miskin agar bangkit mengembangkan potensinya.

Perbaikan  : Kita akan membicarakan pembinaan masyarakat miskin agar bangkit mengembangkan potensinya.

13) Untuk meningkatkan mutu akademis, memerlukan sarana yang harus dibiayai dengan uang SPP.

Perbaikan  : Untuk meningkatkan mutu akademis, kita memerlukan sarana yang harus dibiayai dengan uang SPP.

14) Untuk mendaki gunung seorang pendaki harus menyiapkan peralatan,stamina, dan semangat yang tinggi.

Perbaikan  : Untuk mendaki gunung , seorang pendaki harus menyiapkan peralatan,stamina, dan semangat yang tinggi.

15) Penelitian itu masih dalam taraf pengumpulan data-data yang sangat diperlukan guna menguji hipotesis.

Perbaikan  : Penelitian itu masih dalam tahap pengumpulan data yang nantinya sangat diperlukan guna menguji hipotesis.

16) Hipotesis nol adalah berarti tidak membedakan variabel x dan variabel y.

Perbaikan  : Hipotesis nol adalah hipotesis yang tidak membedakan variabel x dan y.

17) Masing-masing mahasiswa yang mengikuti studi lapangan harus membawa sesuatu perlengkapan.

Perbaikan : Setiap mahasiswa yang mengikuti studi lapangan harus membawa perlengkapan penelitian nya.

18) Dalam cerita itu dikisahkan seorang wanita yang berhasil menyelamatkan bayi yangdilahirnya ketika peristiwa itu berlang-sung.

Perbaikan : Cerita itu mengisahkan seorang wanita yang berhasil menyelamatkan bayi yang dilahirkannya ketika peristiwa itu berlangsung.

19) Karena sering sakit dan tidak masuk kuliah maka soal yang mudahpun tidak mampu dijawabnya.

Perbaikan : Karena sering sakit dan tidak hadir kuliah maka soal yang mudahpun tidak mampu dijawabnya.

20) Berhubung waktu ujian sudah mendesak , sehingga persiapan untuk belajar secara mendalam tidak dilakukan.

Perbaikan : Persiapan untuk belajar secara mendalam tidak dilakukan karena waktu ujian sudah mendesak.

  1. Membuat Paragraf Menggunakan Kalimat Efektif.

Buatlah sebuah paragraf menggunakan kalimat efektif ( terdiri atas 5 kalimat ). Topik sesuai dengan bidang studi Anda. Perhatikan penggunaan kata penghubung antarkalimat, struktur,diksi,ejaan,dan persyaratan kalimat efektif ,kalimat topik dan kalimat penjelas .

Jawab :

Sistem adalah suatu komponen yang saling terhubung untuk mencapai suatu tujuan. Informasi adalah kumpulan data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih bermanfaat bagi penerimanya. Jadi sistem informasi adalah kumpulan informasi yang saling terhubung yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Di dalam suatu organisasi, informasi merupakan sesuatu yang penting di dalam mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen. Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model manajemen dan basis data.

Mahasiswa Berprestasi

Posted: April 30, 2015 in Uncategorized

Mahasiswa merupakan panggilan untuk sesorang yang menempuh pendidikan tingkat tinggi di suatu perguruan tinggi. Menurut Sardiman A.M (2001:46) “Prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar”. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (1996:186) “Prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya)”. Jadi mahasiswa berprestasi adalah sesuatu yang telah dicapai oleh seorang mahasiswa dengan kemampuannya.

Menjadi mahasiswa berprestasi merupakan impian semua mahasiswa. Mendapat gelar sebagai mahasiswa merupakan suatu kebanggan tersendiri. Menjadi mahasiswa berprestasi tidaklah diraih secara cuma-cuma, dibutuhkan perjuangan yang besar untuk mendapatkannya dan dibutuhkan doa dan usaha yang besar pula. Berprestasi tidak hanya menang dalam kejuaraan tetapi bisa didapat melalui sebuah nilai akademik di atas rata-rata.

Sikap yang mendukung seseorang dalam brepestasi diantaranya:

  1. Berorientasi pada masa depan dan cita-cita
  2. Berorientasi pada keberhasilan
  3. Berani mengambil atau menghadapi risiko
  4. Rasa tanggung jawab yang besar
  5. Menerima dan menggunakan kritik sebagai umpan balik
  6. Memiliki sikap kreatif dan inovatif, serta mamu memanajemen waktu dengan baik.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Prestasi

Remaja dan Narkoba

Posted: April 26, 2015 in Uncategorized

Apa itu Narkoba ?

Narkotika dan Obat-obatan terlarang (NARKOBA) atau Narkotik, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA) adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Narkotika menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Psikotropika yaitu zat atau obat, baik alami maupun sintesis bukan narkotik yang berkhasia psikoaktif melalui pengaryh selektif pada susunan saraf dan menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.

Jenis-jenis narkoba :

  • Opium (heroin, morfin)
  • Ganja
  • Amfetamin (shabu, ekstasi)
  • Kokain

Penyebaran Narkoba di Kalangan Remaja

Penyebaran narkoba hampir sulit untuk di cegah. Mengingat semua penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang dapat merusak bangsa. Seperti bandar narkoba yang senang mencari korban di wilayah sekolah di mana siswa jauh dari pengawasan orang tua sehingga membuat orang tua khawatir akan penyebaran narkoba yang meraja rela. Upaya pemberantasan narkoba pun sudah dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba. Penyuluhan anti narkoba pun sudah dilakukan di sekolah-sekolah mulai dari SD. Namun upaya paling tepat untuk menghindarkan anak dari narkoba adalah pendidikan keluarga.

Di DKI Jakarta, berdasarkan catatan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, jumlah pengguna napza di kalangan remaja dalam tiga tahun terakhir terus naik. Pada tahun 2011, siswa SMP pengguna napza berjumlah 1.345 orang. Tahun 2012 naik menjadi 1.424 orang, sedangkan pengguna baru pada Januari-Februari 2013 tercatat 262 orang. Di kalangan SMA, pada 2011 tercatat 3.187 orang, tahun berikutnya menjadi 3.410 orang. Adapun kasus baru tahun 2013 tercatat 519 orang.

Dampak negatif penyalahgunaan narkoba pada remaja antara lain :

  1. Mudah menguap, mengantuk dan malas.
  2. Perubahan sikap dan kepribadian.
  3. Suka membolos, menurunnya kedisiplinan.
  4. Suka mencuri untuk membeli narkoba.
  5. Tidak mementingkan kesehatan dirinya.
  6. Cepat tersinggung dan mudah marah.

Faktor yang mempengaruhi remaja menggunakan narkoba diantaranya :

  1. Faktor keluarga yang kurang harmonis atau broken home.
  2. Pergaulan yang kurang baik.
  3. Masa pertumbuhan remaja.
  4. Di ajak teman dan di paksa teman yang membuat lama-lama ketagihan menggunakan narkoba.

Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba diantaranya :

  1. Peran Remaja

Pelatihan keterampilan, kegiatan alternatif untuk mengisi waktu luang, seperti: kegiatan olah raga, kesenian, dll.

  1.  Peran Orang Tua
  2. Menciptakan rumah yang sehat, serasi, harmonis, cinta, kasih sayang dan komunikasi terbuka.
  3. Mengasuh, mendidik anak yang baik
  4. Menjadi contoh yang baik.
  5. Menjadi pengawas yang baik.

Sumber :

http://regional.kompas.com/read/2013/03/07/03184385/Pengguna.Narkoba.di.Kalangan.Remaja.Meningkat

http://dedihumas.bnn.go.id/read/section/artikel/2014/03/10/929/pengertian-narkoba

Pria Metroseksual

Posted: April 26, 2015 in Uncategorized

Dilihat dari perkembangan zaman saat ini yang semakin pesat dan mudah masuknya budaya asing ke dalam negeri, menjadikan sebagian orang untuk membuat hidupnya sesuai dengan perkembangan zaman yang ada, terutama di bidang mode atau fashion. Fashion adalah gaya berpakaian seseorang yang populer dalam suatu budaya. Tidak hanya wanita saja yang memperhatikan penampilannya di dalam berpakaian, sekarang pun pria juga tidak mau kalah dengan wanita. Banyak kalangan pria yang ingin selalu tampil rapi dan sedap dipandang untuk menarik perhatian oleh orang yang melihatnya tetapi dalam hal berpakaian masih dalam batas wajar seorang pria. Hal ini biasa disebut sebagai pria metroseksual.

Pria metroseksual bisa dikategorikan sebagai pria yang selalu ingin berpenampilan trendi dan menarik. Dalam perkembangannya, konsep metroseksual mengarah kepada gaya hidup pria perkotaan modern yang berpenghasilan lebih dan sangat peduli kepada penampilan dan citra dirinya. Pria metroseksual menaruh perhatian lebih kepada penampilan, ia cenderung memiliki kepekaan mode dan memilih pakaian berkualitas atau bermerek, serta memiliki kebiasaan-kebiasaan yang dahulu lazim dikaitkan dengan kaum perempuan. Misalnya menyukai kosmetik untuk pria, pergi ke salon atau spa, atau melakukan perawatan tubuh seperti perawatan rambut, kuku dan kulit. Tidak hanya itu, pria metroseksual juga melihat bentuk tubuh mereka. Biasanya pria metroseksual pergi ke tempat-tempat pusat kebugaran supaya bentuk tubuh mereka yang tadinya kurang bagus bisa menjadi lebih bagus dan sempurna. Tetapi tidak serta merta pria metroseksual disamakan dengan homoseksual atau gay. Banyak pria menjadikan dirinya pria metroseksual supaya mempunyai nilai jual yang lebih dalam urusan menarik perhatian lawan jenisnya.

Jadi ciri-ciri pria metroseksual antara lain :

  1. Suka sekali akan fashion dan mengikuti tren terbaru.
  2. Hidup di kota-kota besar supaya lebih mudah mendapatkan informasi mengenai gaya hidup.
  3. Kebanyakan berasal dari kalangan berada.
  4. Selalu berpenampilan rapi, bersih, dan wangi.
  5. Mudah bergaul dan mendominasi dalam pergaulan.
  6. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang cukup baik.
  7. Suka pergi ke salon dan tempat kebugaran.
  8. Mengenal berbagai merk terkenal.
  9. Berbelanja menjadi kesenangan hidup tersendiri dan rela berbelanja berjam-jam demi apa yang diinginkan.
  10. Senang berkumpul dengan teman-temannya yang pria metroseksual di tempat-tempat yang ramai dan berkelas.
  11. Berperilaku konsumtif.

Sumber :

http://ciricara.com/2012/11/21/ciricara-20-ciri-pria-metroseksual/

http://id.wikipedia.org/wiki/Metroseksual

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Posted: November 8, 2014 in Uncategorized

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlau sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya. Sebelum EYD, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan, pada tahun 1967 mengeluarkan Ejaan Baru (Ejaan LBK). Ejaan baru pada dasarnya merupakan lanjutan dari usaha yang telah dirintis oleh panitia Ejaan Malindo. Para pelaksananya pun di samping terdiri dari panitia Ejaan LBK, juga dari panitia ejaan dari Malaysia. Panitia itu berhasil merumuskan suatu konsep ejaan yang kemudian diberi nama Ejaan Baru. Panitia itu bekerja atas dasar surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan no.062/67, tanggal 19 September 1967.

Pada waktu pidato kenegaraan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdakan Republik Indonesia yang ke XXVII, tanggal 17 Agustus 1972 diresmikanlah pemakaikan ejaan baru untuk bahasa Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia. Dengan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972, ejaan tersebut dikenal dengan nama Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD). Ejaan tersebut merupakan hasil yang dicapai oleh kerja panitia ejaan bahasa Indonesia yang telah dibentuk pada tahun 1966.

Beberapa contoh penggunaan EYD :

Pemakaian Huruf :

  • Huruf Abjad : Abjad yang di gunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf – huruf a, b, c, d, e, f, g, h, i, j, k, l, m, n, o, p, q, r, s, t, u, v, w, x, y, dan z.
  • Huruf Vokal : Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o, dan u.
  • Huruf Konsonan : Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahsa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.
  • Pemenggalan Kata :Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan jika di tengah kata ada vokal yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. Contohnya ma-in, sa-at. Pemenggalan dilakukan jika di tengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. Contohnya man-di, bang-sa, dll.

    Imbuhan akhiran dan imubhan awalan, termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya, dapat dipenggal pada pergantian baris. Misalnya makan-an, me-rasa-kan, dll. Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain, pemenggalan dapat dilakukan di antara unsur-unsur itu atau pada unsur gabungan itu. Misalnya bio-gra-fi, bi-o-gra-fi, intro-speksi, in-tro-spek-si, dll.

Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring

  • Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat. Contoh : Dia mengantuk. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Misal : Adik berkata, “Kapan kita pulang?”. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Misalnya : Allah, Yang Mahakuasa, Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya, dll. Huruf kapital dipakai sebagaiu huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangka, dan sapaam. Contoh : Dr, M.A, Tn, Ny, Prof, dll. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi. Misalnya : Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rancangan Undang-Undang Kepegawaian, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, dll.
  • Huruf Miring dalam cetakan dipakai untuk menulis nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Misalnya : majalan Bahasa dan Kesusastraan, surat kabar Suara Karya, dll.Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan huruf, bagian kata, kata atau kelompok kata. Misalnya : Huruf pertama kata abad ialah a, Buatlah kalimat dengan berlepas tangan, dll. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama lmiah atau ungkapan asing kecuali telah disesuaikan ejaannya. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis adalah Carcinia mangostana,dll.

Penulisan Kata

  • Kata Dasar : Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Contohnya: Ibu percaya bahwa engkau tahu, dll.
  • Kata Turunan : Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Misalnya : bergeletar, dikelola,dll. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Misalnya : menggarisbwahi, penghancurleburan, dll.
  • Kata Ganti –ku, kau-, -mu, dan –nya : Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; -ku, -mu, dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya : Apa yang kumiliki boleh kauambil, bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan.
  • Kata Depan di, ke, dan dari : kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dlam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepda dan daripada. Misalnya : Kain itu terletak di dalam lemari, ia datang dari Surabaya kemarin, dll.
  • Singkatan dan AkronimSingkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik, misalnya A.S Kramawijaya. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik, misalnya DPR,PGRI,dll. Singkatan umum yang terdiri atas tiga kata atau lebih diikuti satu tanda titik, misalnya dsb. dll.

    Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital, misalnya ABRI, IKIP, dll. Akronim nama diri yang beruba gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital, misalnya Akabri, Kowani,dll. Akronim yang bukan nama diri yang beruba gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya diruli dengan huruf kecil, misalnya pemili, rudal, radar, dll.

  • Angka dan Lambang Bilangan

    Angka dipakai untuk menyatakan bilangan atau nomor, angka digunakan untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas. Angka lazim dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamt, angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci.

    Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengaqn huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Misalnya Lime belas orang tewas dalam kecelakaan itu, bukan 15 orang tewas dalam kecelakaan itu. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Misalnya kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai, bukan kantor kami mempunyai 20 (dua puluh) orang pegawai.

Pemakaian Tanda Baca

  • Tanda Titik

    Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagian, ikhtisar, atau daftar seperti dalam penulisan daftar isi dalam suatu karya ilmiah. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan waktu. Tanda titik dipakai di antara nama penilis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.

    Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah seperti penulisan tahun kelahiran. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat atau nama dan alamat penerima surat.

  • Tanda Koma

    Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, dan akan tetapi. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.

    Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dalam angka. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarta, atau marga.

  • Tanda Petik dan Tanda Petik Satu

    Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain. Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Kemudian tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat.

    Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata ungkapan asik. Misalnya feed-back­. Kemudian tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Misalnya : “Waktu kubuka pintu kamar depan, kudengar teriak anakku, ‘Ibu, Bapak pulang,’ dan rasa letihku lenyap seketika,” ujar Bapak Hamdan.

Sumber :

http://www.id.wikipedia.org

Buku : Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Terlampir dalam Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI); Balai Pustaka; 1988

Bahasa

Posted: October 11, 2014 in Uncategorized

Beberapa pengertian Bahasa menurut para ahli :

  • Pengertian Bahasa menurut Harun Rasyid, Mansyur & Suratno (2009: 126) bahasa merupakan struktur dan makna yang bebas dari penggunanya, sebagai tanda yang menyimpulkan suatu tujuan.
  • Pengertian Bahasa menurut kamus besar Bahasa Indonesia (Hasan Alwi, 2002: 88) bahasa berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh semua orang atau anggota masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri dalam bentuk percakapan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun yang baik.

Berdasarkan beberapa pengertian bahasa tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian bahasa adalah sistem yang teratur berupa lambang-lambang bunyi yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran bahasa tersebut.

Fungsi Bahasa

Dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya kita kepada bahasa, terutama bahasa Indonesia, sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauh. Akibatnya, sebagai pemakai bahasa, orang Indonesia tidak terampil menggunakan bahasa. Suatu kelemahan yang tidak disadari.

Komunikasi lisan atau nonstandar yang sangat praktis menyebabkan kita tidak teliti berbahasa. Akibatnya, kita mengalami kesulitan pada saat akan menggunakan bahasa tulis atau bahasa yang lebih standar dan teratur. Pada saat dituntut untuk berbahasa’ bagi kepentingan yang lebih terarah dengan maksud tertentu, kita cenderung kaku. Kita akan berbahasa secara terbata-bata atau mencampurkan bahasa standar dengan bahasa nonstandar atau bahkan, mencampurkan bahasa atau istilah asing ke dalam uraian kita. Padahal, bahasa bersifat sangat luwes, sangat manipulatif. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Lihat saja, bagaimana pandainya orang-orang berpolitik melalui bahasa. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Agar dapat memanipulasi bahasa, kita harus mengetahui fungsi-fungsi bahasa.

Pada dasarnya, bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.

  • Bahasa sebagai Alat Ekspresi Diri

    Pada awalnya, seorang anak menggunakan bahasa untuk mengekspresikan kehendaknya atau perasaannya pada sasaran yang tetap, yakni ayah-ibunya. Dalam perkembangannya, seorang anak tidak lagi menggunakan bahasa hanya untuk mengekspresikan kehendaknya, melainkan juga untuk berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya. Setelah kita dewasa, kita menggunakan bahasa, baik untuk mengekspresikan diri maupun untuk berkomunikasi. Seorang penulis mengekspresikan dirinya melalui tulisannya. Sebenarnya, sebuah karya ilmiah pun adalah sarana pengungkapan diri seorang ilmuwan untuk menunjukkan kemampuannya dalam sebuah bidang ilmu tertentu. Jadi, kita dapat menulis untuk mengekspresikan diri kita atau untuk mencapai tujuan tertentu.

  • Bahasa sebagai Alat Komunikasi

    Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita.

    Bahasa sebagai alat ekspresi diri dan sebagai alat komunikasi sekaligus pula merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan sudut pandang kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri.

  • Bahasa sebagai Alat Integrasi dan Adaptasi Sosial

    Cara berbahasa tertentu selain berfungsi sebagai alat komunikasi, berfungsi pula sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial. Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati.

  • Bahasa sebagai Alat Kontrol Sosial

    Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan buku-buku instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial.

    Ceramah agama atau dakwah merupakan contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Lebih jauh lagi, orasi ilmiah atau politik merupakan alat kontrol sosial. Kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio. Iklan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Di samping itu, kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal.

Kedudukan Bahasa

Kedudukan pertama bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa persatuan. Hal ini tercantum dalam Sumpah pemuda (28-10-1928). Ini berarti bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai Bahasa Nasional. Kedua adalah sebagai bahasa negara.

Dalam kedudukannya sebagai Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi yaitu :

    1. Lambang kebanggaan kebangsaan
      Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai luhur yang mendasari perilaku bangsa Indonesia.
    2. Lambang Identitas Nasional 
      Bahasa Indonesia mewakili jatidiri bangsa Indonesia, selain Bahasa Indonesia terdapat pula lambang identitas nasional yang lain yaitu bendera Merah-Putih dan lambang negara Garuda Pancasila.
    3. Alat perhubungan 
      Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan bahasa yang berbeda-beda, maka kan sangat sulit berkomunikasi kecuali ada satu bahasa pokok yang digunakan. Maka dari itu digunakanlah Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan perhubungan nasional.
    4. Alat pemersatu bangsa 
      Mengacu pada keragaman yang ada pada Indonesia dari suku, agama, ras, dan budaya, bahasa Indonesia dijadikan sebagai media yang dapat membuat kesemua elemen masyarakat yang beragam tersebut kedalam sebuah persatuan.

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara

Bahasa negara sama saja dengan bahasa nasional atau bahasa persatuan artinya bahasa negara merupakan bahasa primer dam baku yang acapkali digunakan pada kesempatan yang formal.Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara yaitu :

    1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan.
      Kedudukan pertama dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.
    2. Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan. 
      Kedudukan kedua dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak juga harus berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek)
    3. Bahasa Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi. 
      Kedudukan keempat dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lainnya. Karena sangatlah tidak mungkin bila suatu buku yang menjelaskan tentang suatu kebudayaan daerah, ditulis dengan menggunakan bahasa daerah itu sendiri, dan menyebabkan orang lain belum tentu akan mengerti.

sumber :

http://www.kajianteori.com/2013/03/pengertian-bahasa-apa-arti-bahasa-menurut-ahli.html

https://www.academia.edu/3614957/FUNGSI_BAHASA

http://furanaa.com/blog/kedudukan-dan-fungsi-bahasa-indonesia/

Pendapatan Nasional

Posted: July 4, 2014 in Uncategorized

Pendapatan Nasional

Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

Untuk menghitung nilai barang-barang dan jasa-jasa yang diciptakan oleh suatu perekonomian tiga cara perhitungan dapat digunakan yaitu :

1. Cara perhitungan 1 : cara pengeluaran.

Dengan cara pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai pengeluaran dari berbagai goolongan masyarakat ke atas barang-barang jadi dan jasa-jasa yang di produksikan dalam perekonomian tersebut. Barang-barang yang masih akan di proses lagi, nilainya tidak turut dihitung di dalam penghitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran, karena untuk menghindari berlakunya perhitungan dua kali.

Dalam menghitung nilai pendapatan nasional menurut cara pengeluaran adalah penting untuk membedakan dengan baik antara barang-barang jadi dan barang-barang setengah jadi. Di dalam perekonomian seringkali berlaku keadaan dimana suatu barang itu diproses oleh beberapa perusahaan sebelum menjadi barang jadi. Itu berarti sesuatu barang jadi tertentu sudah beberapa kali diperjualbelikan di pasar sebelum ia selesai mengalami proses produksi. Sekiranya semua nilai jual beli yang terjadi dijumlahkan ke dalam pendapatan nasional, maka nilai yang diperoleh adalah lebih besar daripada nilai produksi yang sebenarnya telah diciptakan. Untuk menghindari terjadinya hal seperti itu, yang harus dijumlahkan didalam menghitung pendapatan nasional adalah : (i) nilai barang-barang jadi saja, atau (ii) nilai-nilai tambahan yang diciptakan dalam setiap tingkat proses produksi. Penghitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran dilakukan dengan menjumlahkan nilai barang-barang jadi yang dihasilkan dalam perekonomian.

2. Cara penghitungan 2 : cara produksi atau cara produk neto

Dengan cara ini, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai produksi barang atau jasa yang diwujudkan oleh berbagai sektor (lapangan usaha) dalam perekonomian. Penggunaan cara ini mempunyai dua tujuan penting :

  1. Untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai faktor ekonomi di dalam mewujudkan pendapatan nasional.
  2. Sebagai salah satu cara untuk menghindari penghitungan dua kali, yaitu dengan hanya menghitung nilai produk neto yang diwujudkan pada berbagai tahap proses produksi.

3. Cara penghitungan 3 : cara pendapatan

Pendapatan nasional tidak ditentukan dengan menghitung dan menjumlahkan seluruh gaji dan upah, sewa, bunga dan keuntungan yang diterima oleh seluruh faktor-faktor produksi dalam suatu tahun tertentu. Oleh karenanya, penghitungan pendapatan nasional dengan cara pendapatan pada umumnya menggolongkan pendapatan yang diterima faktor-faktor produksi secara berikut :

  1. Pendapatan pekerja, yaitu gaji dan upah.
  2. Pendapatan dari usaha perseorangan (perusahaan perseorangan).
  3. Pendapatan dari sewa.
  4. Bunga neto, yaitu nilai pembayaran bunga yang dilakukan dikurangi bunga ke atas pinjaman kondsumsi dan bunga ke atas pinjaman pemerintah.
  5. Keuntungan perusahaan.

Adapaun manfaat mempelajari pendapatan nasional, diantaranya :

  1. Kita dapat mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode.
  2. Untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional dan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa.
  3. Kita dapat menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional.
  4. Untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

Kendala dalam perhitungan pendapatan nasional :

  1. Beberapa kegiatan produksi tidak dimasukkan dala PDB.
  2. Kualitas dan jenis waktu luang.
  3. PDB mengabaikan depresiasi.
  4. PDB tidak mencerminkan seluruh biaya.
  5. Dalam perhitungan PDB, tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/materi yang dapat diukur dengan nilai uang.

Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal biasa diartikan sebagai tingakan yang diambil oleh pemerintah dalam bidang anggaran belanja negara dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian. Oleh karena anggaran belanja negara terdiri daripada penerimaan berupa hasil pungutan pajak dan pengeluaran yang dapat berupa “government expenditure” dan “government transfer”, maka sering pula dikatakan bahwa kebijakan fiskal meliputi semua tindakan pemerintah yang berupa tindakan memperbesar atau memperkecil jumlah pungutan pajak, “government expenditure” dan “government transfer”.

Pemerintah menjalankan kebijakan fiskal adalah dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian atau dengan perkataan lain, dengan kebijakan fiskal pemerintah berusaha mengarahkan jalannya perekonomian menuju keadaan yang diinginkannya. Dengan melalui kebijakan fiskal, antara lain pemerintah dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional, dapat mempengaruhi kesempatan kerja, dapat mempengaruhi tinggi rendahnya investasi nasional, dan dapat mempengaruhi distribusi penghasilan nasional.

Kebijakan Moneter

Yang dimaksud kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang lebih baik dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Yang dimaksud dengan kondisi lebih baik adalah meningkatnya output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga. Melalui kebijakan moneter, pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.

Jika yang dilakukan adalah menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah dikatakan menempuh kebijakan moneter ekspansif. Dimana kebijakan moneter ekspansif bertujuan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat) pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan ini disebut juga kebijakan moneter longgar. Sebaliknya jika jumlah uang beredar dikurangi, maka pemerintah menempuh kebijakan moneter kontraktif atau kebijakan uang ketat. Kebijakan ini dilakukan saat perekonomian mengalami inflasi.

Sumber :

Reksoprayitno, Soediyono. Ekonomi Makro : Pengantar Analisis Pendapatan Nasional. Yogyakarta. Liberty Yogyakarta. 1992.

Rahardja, Prahatama & Manurung, Mandala. Teori Ekonomi Makro Suatu Pengantar. Jakarta. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 2001.

Sukirno, Sadjono. Pengantar Teori Makroekonomi. Jakarta. PT. RajaGrafindo Persada. 1999.

http://www.id.wikipedia.org