Latihan dan Tugas Mandiri 5

Posted: April 30, 2015 in Uncategorized
  1. Tentukan subjek, predikat, objek, pelengkap dan keterangan kalimat berikut ini.

1) Persatuan dapat dilaksanakan dengan menciptakan perassan senasip.

Subjek                   : Persatuan

Predikat                 : dilaksanakan

Objek                    : –

Pelengkap              : –

Keterangan            : dengan menciptakan perasaan senasip (keterangan proses)

2) Dapatkah para pemimpin bangsa kita menciptakan perasaan semacam ini?

Subjek                   : para pemimpin bangsa

Predikat                 : menciptakan

Objek                    : perasaan semacam ini

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

3) Jika dapat, bangsa Indonesia akan segera bangkit dari krisis.

Subjek                   : Bangsa Indonesia

Predikat                 : bangkit

Objek                    : –

Pelengkap              : dari krisis

Keterangan            : –

4)Selain itu, nasionalisme meningkat, dan daya juang bangsapun meningkat.

Subjek                   : Nasionalisme dan daya juang bangsa

Predikat                 : meningkat

Objek                    : –

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

5) Dampaknya, arus modal ke luar negeripun akan dapat diperkecil.

Subjek                   : Nasionalisme dan daya juang bangsa

Predikat                 : meningkat

Objek                    : –

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

6) Megawati, presiden RI, berupaya meningkatkan kepercayaan rakyat terhadap kemampuan ekonomi Indonesia tanpa bantuan IMF.

Subjek                   : Megawati

Predikat                 : berupaya meningkatkan

Objek                    : kepercayaan rakyat terhadap kemampuan ekonomi Indonesia

Pelengkap              : tanpa bantuan IMF

Keterangan            : –

7) Budaya bangsa merupakan modal pembangunan.

Subjek                   : Budaya bangsa

Predikat                 : merupakan modal pembangunan

Objek                    : –

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

8) Kekayaan budaya bangsa merupakan sumber kreativitas yang luar biasa.

Subjek                   : Kekayaan budaya bangsa

Predikat                 : merupakan sumber kreativias yang luar biasa.

Objek                    : –

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

9) Kreativitas budaya berpotensi besar dapat mendukung perekonomian.

Subjek                   : Kreativitas budaya bangsa

Predikat                 : berpotensi besar

Objek                    : –

Pelengkap              : dapat mendukung perekonomian

Keterangan            : –

10) Dalam pembangunan, dituntut kreativitas baru, kerja keras, dan efisiensi.

Subjek                   : Pembangun

Predikat                 : menuntut

Objek                    : kreativitas baru, kerja keras dan efisiensi.

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

  1. Tuliskan pola dasar kalimat berikut ini.

1) Mahasiswa yang menjuarai perolehan Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi mendapat bea siswa melanjutkan pendidikanya ke jenjang lebih tinggi.

Subjek                   : Mahasiswa

Predikat                 : mendapat

Objek                    : beasiswa melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi

Pelengkap              : –

Keterangan            : yang menjuarai perolehan Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi

Pola kalimat          : S-KET-P-O

2) Kalimat yang panjang-panjang pada dasarnya mempunyai inti kalimat dasar yang sederhana.

Subjek                   : Kalimat yang panjang

Predikat                 : mempunyai

Objek                    : inti kalimat dasar yang sederhana.

Pelengkap              : –

Keterangan            : yang sederhana.

Pola kalimat          : S-P-O-K

3) Kalimat yang panjang-panjang cenderung bertele-tele, sukar dipahami, dan dapat menimbulkan salah penafsiran.

Subjek                   : Kalimat yang panjang

Predikat                 : cenderung bertele-tele ,sukar dipahami dan dapat menimbulkan salah penafsiran.

Objek                    : –

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

Pola kalimat          : S-P

4) Oleh karena itu, Anda harus dapat menyusun kalimat yang sederhana, mudah dipahami, dan jelas maknanya.

Subjek                   : Anda

Predikat                 : menyusun

Objek                    : kalimat

Pelengkap              : –

Keterangan            : sederhana,mudah dipahami dan jelas maknanya.

Pola kalimat          : S-P-O-K

5) Perang ekonomi di berbagai Negara akan dimenangkan oleh Negara yng dicintai oleh rakyatnya.

Subjek                   : Anda

Predikat                 : menyusun

Objek                    : kalimat

Pelengkap              : –

Keterangan            : sederhana,mudah dipahami dan jelas maknanya.

Pola kalimat          : S-P-O-K

6) Untuk itu, para elit politik berupaya menanamkan kecintaan, kebanggaan, dan kesetiaan rakyat kepada negaranya.

Subjek                   : Elit politik

Predikat                 : berupaya

Objek                    : kecintaan, kebanggaan dan kesetiaan rakyat kepada negaranya.

Pelengkap              : menanamkan

Keterangan            : kepada negaranya.

Pola kalimat          : S-P-Pel-O-K

7) Hal itu mudah diwujudkan, asal para elit politik memberi contoh dan tidak memperkaya diri sendiri.

Subjek                   : Elit politik

Predikat                 : berupaya

Objek                    : kecintaan, kebanggaan dan kesetiaan rakyat kepada negaranya.

Pelengkap              : menanamkan

Keterangan            : kepada negaranya.

Pola kalimat          : S-P-Pel-O-K

8) Agar dapat mandiri, kita harus bekerja keras dan menghentikan segala bentuk ketergantungan kepada Negara lain.

Subjek                   : kita

Predikat                 : bekerja keras dan berhenti

Objek                    : negara lain.

Pelengkap              : tergantung

Keterangan            : agar dapat mandiri

Pola kalimat          : S-P-Pel-O-K

9) Untuk mencerdaskan penduduk, pemerintah harus memberikan penyuluhan, gizi yang cukup, dan dana pendidikan yang mencukupi.

Subjek                   : Pemerintah

Predikat                 : memberikan

Objek                    : penyuluhan , gizi yang cukup, dan dana pendidikan

Pelengkap              : –

Keterangan            : untuk mencerdaskan penduduk.

Pola kalimat          : S-P -O-K

10) Jika tidak, sumber daya manusia bangsa Indonesia akan ketinggalan jauh dari Negara-negara Asean lainnya.

Subjek                   : Sumber daya manusia bangsa Indonesia

Predikat                 : ketinggalan

Objek                    : negara – negara ASEAN lainnya.

Pelengkap              : –

Keterangan            : –

Pola kalimat          : S-P –O

  1. Kalimat berikut ini salah strukturnya. Tentukan kesalahan dan perbaikilah!

1) Mahasiswa itu giat belajar dan selalu mengikuti informasi terbaru. Sehingga menjadi mahasiswa yang berkualitas.

Perbaikan : Mahasiswa itu giat belajar dan selalu mengikuti informasi terbaru sehingga menjadi mahasiswa yang berkualitas.

2) Meskipun berprestasi , tetapi belum memenuhi syarat ke puncak kariernya.

Perbaikan : Meskipun berprestasi , Hal itu belum memenuhi syarat ke puncak kariernya.

3) Dalam negosiasi itu tidak memenangkan pihaknya.

Perbaikan : Negosiasi itu tidak memenangkan pihaknya.

4) Dari perkembangan usahanya menunjukkan kemajuan pesat.

Perbaikan : Perkembangan usahanya menunjukkan kemajuan pesat.

5) Tertinggi di kelompok A dan terendah di kelompok B.

Perbaikan : Meskipun tertinggi di kelompok A, namun di kelompok B dia adalah yang terendah.

6) Meskipun sudah mencapai puncak kariernya tetapi ia bekerja keras.

Perbaikan : Meskipun sudah mencapai puncak kariernya, ia tetap bekerja keras.

7) Megawati yang menjadi presiden wanita pertama di Indonesia.

Perbaikan : Megawati menjadi presiden wanita pertama di Indonesia.

8) Setiap orang mengharapkan akan sejahtera hidup di dunia dan di akhirat.

Perbaikan : Setiap orang mengharapkan sejahtera hidup di dunia dan akhirat.

9) Bagi pegawai negeri yang akan pensiun hendaklah menyiapkan mental.

Perbaikan : Bagi pegawai negeri yang akan pensiun hendaklah menyiapkan mentalnya.

10) Walaupun belum pernah ke rumahku , tetapi ia tidak kesulitan mencarinya.

Perbaikan : Walaupun belum pernah ke rumahku , ia tidak kesulitan mencarinya.

  1. Kalimat berikut ini salah diksinya. Tentukkan kesalahannya dan perbaikilah.

1) Ia bukan mahasiswa teladan tetapi mahasiswa biasa.

Perbaikan : Ia bukan mahasiswa teladan melainkan hanya mahasiswa biasa.

2) Cinta adalah merasa setia , bangga, dan prihatin terhadap objek cintanya.

Perbaikan : Cinta adalah perasaan setia , bangga, dan simpati terhadap objek cintanya.

3) Cinta yaitu perasaan setia , bangga dan prihatin.

Perbaikan : Cinta yaitu merasa setia , bangga dan simpati.

4) Cinta merupakan kasih sayang.

Perbaikan : Cinta ialah kasih dan sayang.

5) Sesuai cita-citanya menjadi wirausahawan , ia mendalami bidang tersebut.

Perbaikan : Sesuai cita-citanya menjadi wirausaha , ia mendalami bidang tersebut.

6) Ia bukan hanya cerdas tetapi juga rajin belajar.

Perbaikan : Ia bukan hanya pandai tetapi juga rajin belajar.

7) Ia membaca banyak buku-buku yang digemarinya.

Perbaikan : Ia membaca banyak buku yang digemarinya.

8) Ia mengambili buku-buku yang berjatuhan di lantai.

Perbaikan : Ia mengambili buku yang berjatuhan di lantai.

9) Kepada Yth Bambang Pamungkas di Jakarta.

Perbaikan : Yth. Bambang Pamungkas di Jakarta.

10) Bapak Prof.Dr. Purnama Sidi di Bandung.

Perbaikan : Yth. Prof.Dr. Purnama Sidi di Bandung.

  1. Kalimat berikut ini salah ejaannya. Tentukan kesalahanya dan perbaikilah.

1) Untuk menjadi atlit professional ia harus memiliki kondite baik dan “ track record “ yang luar biasa.

Perbaikan : Untuk menjadi atlet professional ia harus memiliki konduite baik dan track record yang luar biasa.

2) Meskipun usahanya belum berhasil ia tidak pernah mengeluh.

Perbaikan : Meskipun usahanya belum berhasil , ia tidak pernah mengeluh.

3) Buku itu mahal , tetapi dibelinya juga.

Perbaikan : Ia tetap membeli buku itu meskipun harganya mahal.

4) Bacalah halaman ke 1100 s/d 1500 dari 2000 halaman buku itu.

Perbaikan : Bacalah halaman ke seribu seratus sampai dengan seribu lima ratus dari dua ribu halaman buku itu.

5) Jika Anda mengkopi buku ini Anda akan didenda Rp. 5 miliar.

Perbaikan : Jika Anda mengkopi buku ini Anda akan didenda Rp 5.000.000.000,00.

6) Evaluasi pembelajaran Anda meliputi kehadiran , Ujian Tengah semester, Ujian Akhir semester dan Makalah ilmiah yang anda tulis.

Perbaikan : Evaluasi pembelajaran Anda meliputi kehadiran , hasil Ujian Tengah semester dan Ujian Akhir semester serta Makalah ilmiah Anda.

7) Ia akan mempelajari undang-undang itu dan membandingkannya dengan Undang-undang Dasar RI.

Perbaikan : Ia akan mempelajari Undang-Undang itu dan membandingkannya dengan Undang-Undang Dasar RI.

8) Pada hari ini selasa 17 Agustus 2004 Tahun Masehi RI merayakan hari kemerdekaan ke 58.

Perbaikan : Pada hari ini Selasa 17 Agustus 2004 , RI merayakan Hari Kemerdekaan ke 58.

9) Untuk mengambil uang di bank BNI dalam jumlah besar harus menunjukkan KTPnya kepada kasier.

Perbaikan : Untuk mengambil uang di bank BNI dalam jumlah besar harus menunjukkan KTPnya kepada kasir.

10) Banyak orang Indonesia mengkonsumsi cassava setiap harinya.

Perbaikan : Banyak orang Indonesia mengkonsumsi cassava setiap harinya.

  1. Kalimat berikut tidak efektif . tentukan kesalahannya dan perbaikilah menjadi kalimat efektif .

1) Karena sudah diketahui sebelumnya mahasiswa segera menjawab soal.

Perbaikan : Karena sudah mengetahui sebelumnya mahasiswa segera menjawab soal.

2) Di Indonesia melakukan berbagai pembenahan kebijakan bagi pembinaan masyarakat ekonomi lemah.

Perbaikan : Indonesia melakukan berbagai pembenahan kebijakan bagi pembinaan masyarakat ekonomi lemah.

3) Upaya mendesak adalah mengadili para koruptor.

Perbaikan : Mengadili para koruptor adalah upaya mendesak.

4) Korupsi dipastikan menimbulkan biaya produksi yang amat tinggi di berbagai usaha . Sehingga melemahkan daya saing di pasar internasional.

Perbaikan : Korupsi dipastikan menimbulkan biaya produksi yang sangat tinggi di berbagai usaha, sehingga melemahkan daya saing di pasar internasional.

5) Dengan korupsi seorang calon pejabat diwajibkan membayar uang yang sangat besar, maka setelah menjabat pejabat itu cenderung berupaya mendapatkan kembali uang yang digunakan untuk membayar jabatannya.

Perbaikan : Korupsi mewajibkan seorang calon pejabat membayar uang yang sangat besar untuk memperoleh jabatannya , maka setelah menjabat pejabat itu cenderung berupaya mendapatkan kembali uang yang digunakan untuk membayar jabatannya.

6) Vietnam yang berhasil menghukum mati para koruptor dalam upaya menegakkan keadilan dan kemakmuran di negara itu.

Perbaikan : Vietnam berhasil menghukum mati para koruptor dalam upaya menegakkan keadilan dan kemakmuran di negara nya.

7) Kepada semua mahasiswa yang mengadapi masalah penulisan skripsi dapat berkonsultasi dengan dosen pembimbing.

Perbaikan : Bagi mahasiswa yang menghadapi masalah penulisan skripsi dapat berkonsultasi dengan dosen pembimbing.

8) Oleh karena itu , maka setiap universitas hendaklah membimbing masyarakat kecil agar mengembangkan potensi bisnisnya.

Perbaikan: Setiap universitas hendaklah membimbing masyarakat kecil agar mengembangkan potensi bisnisnya.

9) Meskipun kinerja bisnis mulai bangkit , tetapi kita harus tetap meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.

Perbaikan : Meskipun kinerja bisnis mulai bangkit , kita harus tetap meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.

10) Dari penelitian membuktikan bahwa pembinaan ekonomi rakyat kecil kurang intensif.

Perbaikan : Penelitian membuktikan bahwa pembinaan ekonomi rakyat kecil kurang intensif.

11) Adalah merupakan tanggung jawab kita semua untuk menciptakan rasa aman dan tenteram di masyarakat kita.

Perbaikan : Menciptakan rasa aman dan tenteram di masyarakat kita adalah tanggung jawab kita semua

12) Kita akan membicarakan tentang pembinaan masyarakat miskin agar bangkit mengembangkan potensinya.

Perbaikan  : Kita akan membicarakan pembinaan masyarakat miskin agar bangkit mengembangkan potensinya.

13) Untuk meningkatkan mutu akademis, memerlukan sarana yang harus dibiayai dengan uang SPP.

Perbaikan  : Untuk meningkatkan mutu akademis, kita memerlukan sarana yang harus dibiayai dengan uang SPP.

14) Untuk mendaki gunung seorang pendaki harus menyiapkan peralatan,stamina, dan semangat yang tinggi.

Perbaikan  : Untuk mendaki gunung , seorang pendaki harus menyiapkan peralatan,stamina, dan semangat yang tinggi.

15) Penelitian itu masih dalam taraf pengumpulan data-data yang sangat diperlukan guna menguji hipotesis.

Perbaikan  : Penelitian itu masih dalam tahap pengumpulan data yang nantinya sangat diperlukan guna menguji hipotesis.

16) Hipotesis nol adalah berarti tidak membedakan variabel x dan variabel y.

Perbaikan  : Hipotesis nol adalah hipotesis yang tidak membedakan variabel x dan y.

17) Masing-masing mahasiswa yang mengikuti studi lapangan harus membawa sesuatu perlengkapan.

Perbaikan : Setiap mahasiswa yang mengikuti studi lapangan harus membawa perlengkapan penelitian nya.

18) Dalam cerita itu dikisahkan seorang wanita yang berhasil menyelamatkan bayi yangdilahirnya ketika peristiwa itu berlang-sung.

Perbaikan : Cerita itu mengisahkan seorang wanita yang berhasil menyelamatkan bayi yang dilahirkannya ketika peristiwa itu berlangsung.

19) Karena sering sakit dan tidak masuk kuliah maka soal yang mudahpun tidak mampu dijawabnya.

Perbaikan : Karena sering sakit dan tidak hadir kuliah maka soal yang mudahpun tidak mampu dijawabnya.

20) Berhubung waktu ujian sudah mendesak , sehingga persiapan untuk belajar secara mendalam tidak dilakukan.

Perbaikan : Persiapan untuk belajar secara mendalam tidak dilakukan karena waktu ujian sudah mendesak.

  1. Membuat Paragraf Menggunakan Kalimat Efektif.

Buatlah sebuah paragraf menggunakan kalimat efektif ( terdiri atas 5 kalimat ). Topik sesuai dengan bidang studi Anda. Perhatikan penggunaan kata penghubung antarkalimat, struktur,diksi,ejaan,dan persyaratan kalimat efektif ,kalimat topik dan kalimat penjelas .

Jawab :

Sistem adalah suatu komponen yang saling terhubung untuk mencapai suatu tujuan. Informasi adalah kumpulan data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih bermanfaat bagi penerimanya. Jadi sistem informasi adalah kumpulan informasi yang saling terhubung yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Di dalam suatu organisasi, informasi merupakan sesuatu yang penting di dalam mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen. Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model manajemen dan basis data.

Mahasiswa Berprestasi

Posted: April 30, 2015 in Uncategorized

Mahasiswa merupakan panggilan untuk sesorang yang menempuh pendidikan tingkat tinggi di suatu perguruan tinggi. Menurut Sardiman A.M (2001:46) “Prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar”. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (1996:186) “Prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya)”. Jadi mahasiswa berprestasi adalah sesuatu yang telah dicapai oleh seorang mahasiswa dengan kemampuannya.

Menjadi mahasiswa berprestasi merupakan impian semua mahasiswa. Mendapat gelar sebagai mahasiswa merupakan suatu kebanggan tersendiri. Menjadi mahasiswa berprestasi tidaklah diraih secara cuma-cuma, dibutuhkan perjuangan yang besar untuk mendapatkannya dan dibutuhkan doa dan usaha yang besar pula. Berprestasi tidak hanya menang dalam kejuaraan tetapi bisa didapat melalui sebuah nilai akademik di atas rata-rata.

Sikap yang mendukung seseorang dalam brepestasi diantaranya:

  1. Berorientasi pada masa depan dan cita-cita
  2. Berorientasi pada keberhasilan
  3. Berani mengambil atau menghadapi risiko
  4. Rasa tanggung jawab yang besar
  5. Menerima dan menggunakan kritik sebagai umpan balik
  6. Memiliki sikap kreatif dan inovatif, serta mamu memanajemen waktu dengan baik.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Prestasi

Remaja dan Narkoba

Posted: April 26, 2015 in Uncategorized

Apa itu Narkoba ?

Narkotika dan Obat-obatan terlarang (NARKOBA) atau Narkotik, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA) adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Narkotika menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Psikotropika yaitu zat atau obat, baik alami maupun sintesis bukan narkotik yang berkhasia psikoaktif melalui pengaryh selektif pada susunan saraf dan menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.

Jenis-jenis narkoba :

  • Opium (heroin, morfin)
  • Ganja
  • Amfetamin (shabu, ekstasi)
  • Kokain

Penyebaran Narkoba di Kalangan Remaja

Penyebaran narkoba hampir sulit untuk di cegah. Mengingat semua penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang dapat merusak bangsa. Seperti bandar narkoba yang senang mencari korban di wilayah sekolah di mana siswa jauh dari pengawasan orang tua sehingga membuat orang tua khawatir akan penyebaran narkoba yang meraja rela. Upaya pemberantasan narkoba pun sudah dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba. Penyuluhan anti narkoba pun sudah dilakukan di sekolah-sekolah mulai dari SD. Namun upaya paling tepat untuk menghindarkan anak dari narkoba adalah pendidikan keluarga.

Di DKI Jakarta, berdasarkan catatan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, jumlah pengguna napza di kalangan remaja dalam tiga tahun terakhir terus naik. Pada tahun 2011, siswa SMP pengguna napza berjumlah 1.345 orang. Tahun 2012 naik menjadi 1.424 orang, sedangkan pengguna baru pada Januari-Februari 2013 tercatat 262 orang. Di kalangan SMA, pada 2011 tercatat 3.187 orang, tahun berikutnya menjadi 3.410 orang. Adapun kasus baru tahun 2013 tercatat 519 orang.

Dampak negatif penyalahgunaan narkoba pada remaja antara lain :

  1. Mudah menguap, mengantuk dan malas.
  2. Perubahan sikap dan kepribadian.
  3. Suka membolos, menurunnya kedisiplinan.
  4. Suka mencuri untuk membeli narkoba.
  5. Tidak mementingkan kesehatan dirinya.
  6. Cepat tersinggung dan mudah marah.

Faktor yang mempengaruhi remaja menggunakan narkoba diantaranya :

  1. Faktor keluarga yang kurang harmonis atau broken home.
  2. Pergaulan yang kurang baik.
  3. Masa pertumbuhan remaja.
  4. Di ajak teman dan di paksa teman yang membuat lama-lama ketagihan menggunakan narkoba.

Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba diantaranya :

  1. Peran Remaja

Pelatihan keterampilan, kegiatan alternatif untuk mengisi waktu luang, seperti: kegiatan olah raga, kesenian, dll.

  1.  Peran Orang Tua
  2. Menciptakan rumah yang sehat, serasi, harmonis, cinta, kasih sayang dan komunikasi terbuka.
  3. Mengasuh, mendidik anak yang baik
  4. Menjadi contoh yang baik.
  5. Menjadi pengawas yang baik.

Sumber :

http://regional.kompas.com/read/2013/03/07/03184385/Pengguna.Narkoba.di.Kalangan.Remaja.Meningkat

http://dedihumas.bnn.go.id/read/section/artikel/2014/03/10/929/pengertian-narkoba

Pria Metroseksual

Posted: April 26, 2015 in Uncategorized

Dilihat dari perkembangan zaman saat ini yang semakin pesat dan mudah masuknya budaya asing ke dalam negeri, menjadikan sebagian orang untuk membuat hidupnya sesuai dengan perkembangan zaman yang ada, terutama di bidang mode atau fashion. Fashion adalah gaya berpakaian seseorang yang populer dalam suatu budaya. Tidak hanya wanita saja yang memperhatikan penampilannya di dalam berpakaian, sekarang pun pria juga tidak mau kalah dengan wanita. Banyak kalangan pria yang ingin selalu tampil rapi dan sedap dipandang untuk menarik perhatian oleh orang yang melihatnya tetapi dalam hal berpakaian masih dalam batas wajar seorang pria. Hal ini biasa disebut sebagai pria metroseksual.

Pria metroseksual bisa dikategorikan sebagai pria yang selalu ingin berpenampilan trendi dan menarik. Dalam perkembangannya, konsep metroseksual mengarah kepada gaya hidup pria perkotaan modern yang berpenghasilan lebih dan sangat peduli kepada penampilan dan citra dirinya. Pria metroseksual menaruh perhatian lebih kepada penampilan, ia cenderung memiliki kepekaan mode dan memilih pakaian berkualitas atau bermerek, serta memiliki kebiasaan-kebiasaan yang dahulu lazim dikaitkan dengan kaum perempuan. Misalnya menyukai kosmetik untuk pria, pergi ke salon atau spa, atau melakukan perawatan tubuh seperti perawatan rambut, kuku dan kulit. Tidak hanya itu, pria metroseksual juga melihat bentuk tubuh mereka. Biasanya pria metroseksual pergi ke tempat-tempat pusat kebugaran supaya bentuk tubuh mereka yang tadinya kurang bagus bisa menjadi lebih bagus dan sempurna. Tetapi tidak serta merta pria metroseksual disamakan dengan homoseksual atau gay. Banyak pria menjadikan dirinya pria metroseksual supaya mempunyai nilai jual yang lebih dalam urusan menarik perhatian lawan jenisnya.

Jadi ciri-ciri pria metroseksual antara lain :

  1. Suka sekali akan fashion dan mengikuti tren terbaru.
  2. Hidup di kota-kota besar supaya lebih mudah mendapatkan informasi mengenai gaya hidup.
  3. Kebanyakan berasal dari kalangan berada.
  4. Selalu berpenampilan rapi, bersih, dan wangi.
  5. Mudah bergaul dan mendominasi dalam pergaulan.
  6. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang cukup baik.
  7. Suka pergi ke salon dan tempat kebugaran.
  8. Mengenal berbagai merk terkenal.
  9. Berbelanja menjadi kesenangan hidup tersendiri dan rela berbelanja berjam-jam demi apa yang diinginkan.
  10. Senang berkumpul dengan teman-temannya yang pria metroseksual di tempat-tempat yang ramai dan berkelas.
  11. Berperilaku konsumtif.

Sumber :

http://ciricara.com/2012/11/21/ciricara-20-ciri-pria-metroseksual/

http://id.wikipedia.org/wiki/Metroseksual

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Posted: November 8, 2014 in Uncategorized

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlau sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya. Sebelum EYD, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan, pada tahun 1967 mengeluarkan Ejaan Baru (Ejaan LBK). Ejaan baru pada dasarnya merupakan lanjutan dari usaha yang telah dirintis oleh panitia Ejaan Malindo. Para pelaksananya pun di samping terdiri dari panitia Ejaan LBK, juga dari panitia ejaan dari Malaysia. Panitia itu berhasil merumuskan suatu konsep ejaan yang kemudian diberi nama Ejaan Baru. Panitia itu bekerja atas dasar surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan no.062/67, tanggal 19 September 1967.

Pada waktu pidato kenegaraan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdakan Republik Indonesia yang ke XXVII, tanggal 17 Agustus 1972 diresmikanlah pemakaikan ejaan baru untuk bahasa Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia. Dengan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972, ejaan tersebut dikenal dengan nama Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD). Ejaan tersebut merupakan hasil yang dicapai oleh kerja panitia ejaan bahasa Indonesia yang telah dibentuk pada tahun 1966.

Beberapa contoh penggunaan EYD :

Pemakaian Huruf :

  • Huruf Abjad : Abjad yang di gunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf – huruf a, b, c, d, e, f, g, h, i, j, k, l, m, n, o, p, q, r, s, t, u, v, w, x, y, dan z.
  • Huruf Vokal : Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o, dan u.
  • Huruf Konsonan : Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahsa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.
  • Pemenggalan Kata :Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan jika di tengah kata ada vokal yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. Contohnya ma-in, sa-at. Pemenggalan dilakukan jika di tengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. Contohnya man-di, bang-sa, dll.

    Imbuhan akhiran dan imubhan awalan, termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya, dapat dipenggal pada pergantian baris. Misalnya makan-an, me-rasa-kan, dll. Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain, pemenggalan dapat dilakukan di antara unsur-unsur itu atau pada unsur gabungan itu. Misalnya bio-gra-fi, bi-o-gra-fi, intro-speksi, in-tro-spek-si, dll.

Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring

  • Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat. Contoh : Dia mengantuk. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Misal : Adik berkata, “Kapan kita pulang?”. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Misalnya : Allah, Yang Mahakuasa, Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya, dll. Huruf kapital dipakai sebagaiu huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangka, dan sapaam. Contoh : Dr, M.A, Tn, Ny, Prof, dll. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi. Misalnya : Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rancangan Undang-Undang Kepegawaian, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, dll.
  • Huruf Miring dalam cetakan dipakai untuk menulis nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Misalnya : majalan Bahasa dan Kesusastraan, surat kabar Suara Karya, dll.Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan huruf, bagian kata, kata atau kelompok kata. Misalnya : Huruf pertama kata abad ialah a, Buatlah kalimat dengan berlepas tangan, dll. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama lmiah atau ungkapan asing kecuali telah disesuaikan ejaannya. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis adalah Carcinia mangostana,dll.

Penulisan Kata

  • Kata Dasar : Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Contohnya: Ibu percaya bahwa engkau tahu, dll.
  • Kata Turunan : Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Misalnya : bergeletar, dikelola,dll. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Misalnya : menggarisbwahi, penghancurleburan, dll.
  • Kata Ganti –ku, kau-, -mu, dan –nya : Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; -ku, -mu, dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya : Apa yang kumiliki boleh kauambil, bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan.
  • Kata Depan di, ke, dan dari : kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dlam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepda dan daripada. Misalnya : Kain itu terletak di dalam lemari, ia datang dari Surabaya kemarin, dll.
  • Singkatan dan AkronimSingkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik, misalnya A.S Kramawijaya. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik, misalnya DPR,PGRI,dll. Singkatan umum yang terdiri atas tiga kata atau lebih diikuti satu tanda titik, misalnya dsb. dll.

    Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital, misalnya ABRI, IKIP, dll. Akronim nama diri yang beruba gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital, misalnya Akabri, Kowani,dll. Akronim yang bukan nama diri yang beruba gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya diruli dengan huruf kecil, misalnya pemili, rudal, radar, dll.

  • Angka dan Lambang Bilangan

    Angka dipakai untuk menyatakan bilangan atau nomor, angka digunakan untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas. Angka lazim dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamt, angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci.

    Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengaqn huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Misalnya Lime belas orang tewas dalam kecelakaan itu, bukan 15 orang tewas dalam kecelakaan itu. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Misalnya kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai, bukan kantor kami mempunyai 20 (dua puluh) orang pegawai.

Pemakaian Tanda Baca

  • Tanda Titik

    Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagian, ikhtisar, atau daftar seperti dalam penulisan daftar isi dalam suatu karya ilmiah. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan waktu. Tanda titik dipakai di antara nama penilis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.

    Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah seperti penulisan tahun kelahiran. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat atau nama dan alamat penerima surat.

  • Tanda Koma

    Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, dan akan tetapi. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.

    Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dalam angka. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarta, atau marga.

  • Tanda Petik dan Tanda Petik Satu

    Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain. Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Kemudian tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat.

    Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata ungkapan asik. Misalnya feed-back­. Kemudian tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Misalnya : “Waktu kubuka pintu kamar depan, kudengar teriak anakku, ‘Ibu, Bapak pulang,’ dan rasa letihku lenyap seketika,” ujar Bapak Hamdan.

Sumber :

http://www.id.wikipedia.org

Buku : Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Terlampir dalam Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI); Balai Pustaka; 1988

Bahasa

Posted: October 11, 2014 in Uncategorized

Beberapa pengertian Bahasa menurut para ahli :

  • Pengertian Bahasa menurut Harun Rasyid, Mansyur & Suratno (2009: 126) bahasa merupakan struktur dan makna yang bebas dari penggunanya, sebagai tanda yang menyimpulkan suatu tujuan.
  • Pengertian Bahasa menurut kamus besar Bahasa Indonesia (Hasan Alwi, 2002: 88) bahasa berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh semua orang atau anggota masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri dalam bentuk percakapan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun yang baik.

Berdasarkan beberapa pengertian bahasa tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian bahasa adalah sistem yang teratur berupa lambang-lambang bunyi yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran bahasa tersebut.

Fungsi Bahasa

Dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya kita kepada bahasa, terutama bahasa Indonesia, sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauh. Akibatnya, sebagai pemakai bahasa, orang Indonesia tidak terampil menggunakan bahasa. Suatu kelemahan yang tidak disadari.

Komunikasi lisan atau nonstandar yang sangat praktis menyebabkan kita tidak teliti berbahasa. Akibatnya, kita mengalami kesulitan pada saat akan menggunakan bahasa tulis atau bahasa yang lebih standar dan teratur. Pada saat dituntut untuk berbahasa’ bagi kepentingan yang lebih terarah dengan maksud tertentu, kita cenderung kaku. Kita akan berbahasa secara terbata-bata atau mencampurkan bahasa standar dengan bahasa nonstandar atau bahkan, mencampurkan bahasa atau istilah asing ke dalam uraian kita. Padahal, bahasa bersifat sangat luwes, sangat manipulatif. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Lihat saja, bagaimana pandainya orang-orang berpolitik melalui bahasa. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Agar dapat memanipulasi bahasa, kita harus mengetahui fungsi-fungsi bahasa.

Pada dasarnya, bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.

  • Bahasa sebagai Alat Ekspresi Diri

    Pada awalnya, seorang anak menggunakan bahasa untuk mengekspresikan kehendaknya atau perasaannya pada sasaran yang tetap, yakni ayah-ibunya. Dalam perkembangannya, seorang anak tidak lagi menggunakan bahasa hanya untuk mengekspresikan kehendaknya, melainkan juga untuk berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya. Setelah kita dewasa, kita menggunakan bahasa, baik untuk mengekspresikan diri maupun untuk berkomunikasi. Seorang penulis mengekspresikan dirinya melalui tulisannya. Sebenarnya, sebuah karya ilmiah pun adalah sarana pengungkapan diri seorang ilmuwan untuk menunjukkan kemampuannya dalam sebuah bidang ilmu tertentu. Jadi, kita dapat menulis untuk mengekspresikan diri kita atau untuk mencapai tujuan tertentu.

  • Bahasa sebagai Alat Komunikasi

    Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita.

    Bahasa sebagai alat ekspresi diri dan sebagai alat komunikasi sekaligus pula merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan sudut pandang kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri.

  • Bahasa sebagai Alat Integrasi dan Adaptasi Sosial

    Cara berbahasa tertentu selain berfungsi sebagai alat komunikasi, berfungsi pula sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial. Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati.

  • Bahasa sebagai Alat Kontrol Sosial

    Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan buku-buku instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial.

    Ceramah agama atau dakwah merupakan contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Lebih jauh lagi, orasi ilmiah atau politik merupakan alat kontrol sosial. Kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio. Iklan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Di samping itu, kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal.

Kedudukan Bahasa

Kedudukan pertama bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa persatuan. Hal ini tercantum dalam Sumpah pemuda (28-10-1928). Ini berarti bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai Bahasa Nasional. Kedua adalah sebagai bahasa negara.

Dalam kedudukannya sebagai Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi yaitu :

    1. Lambang kebanggaan kebangsaan
      Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai luhur yang mendasari perilaku bangsa Indonesia.
    2. Lambang Identitas Nasional 
      Bahasa Indonesia mewakili jatidiri bangsa Indonesia, selain Bahasa Indonesia terdapat pula lambang identitas nasional yang lain yaitu bendera Merah-Putih dan lambang negara Garuda Pancasila.
    3. Alat perhubungan 
      Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan bahasa yang berbeda-beda, maka kan sangat sulit berkomunikasi kecuali ada satu bahasa pokok yang digunakan. Maka dari itu digunakanlah Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan perhubungan nasional.
    4. Alat pemersatu bangsa 
      Mengacu pada keragaman yang ada pada Indonesia dari suku, agama, ras, dan budaya, bahasa Indonesia dijadikan sebagai media yang dapat membuat kesemua elemen masyarakat yang beragam tersebut kedalam sebuah persatuan.

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara

Bahasa negara sama saja dengan bahasa nasional atau bahasa persatuan artinya bahasa negara merupakan bahasa primer dam baku yang acapkali digunakan pada kesempatan yang formal.Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara yaitu :

    1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan.
      Kedudukan pertama dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.
    2. Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan. 
      Kedudukan kedua dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak juga harus berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek)
    3. Bahasa Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi. 
      Kedudukan keempat dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lainnya. Karena sangatlah tidak mungkin bila suatu buku yang menjelaskan tentang suatu kebudayaan daerah, ditulis dengan menggunakan bahasa daerah itu sendiri, dan menyebabkan orang lain belum tentu akan mengerti.

sumber :

http://www.kajianteori.com/2013/03/pengertian-bahasa-apa-arti-bahasa-menurut-ahli.html

https://www.academia.edu/3614957/FUNGSI_BAHASA

http://furanaa.com/blog/kedudukan-dan-fungsi-bahasa-indonesia/

Pendapatan Nasional

Posted: July 4, 2014 in Uncategorized

Pendapatan Nasional

Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

Untuk menghitung nilai barang-barang dan jasa-jasa yang diciptakan oleh suatu perekonomian tiga cara perhitungan dapat digunakan yaitu :

1. Cara perhitungan 1 : cara pengeluaran.

Dengan cara pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai pengeluaran dari berbagai goolongan masyarakat ke atas barang-barang jadi dan jasa-jasa yang di produksikan dalam perekonomian tersebut. Barang-barang yang masih akan di proses lagi, nilainya tidak turut dihitung di dalam penghitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran, karena untuk menghindari berlakunya perhitungan dua kali.

Dalam menghitung nilai pendapatan nasional menurut cara pengeluaran adalah penting untuk membedakan dengan baik antara barang-barang jadi dan barang-barang setengah jadi. Di dalam perekonomian seringkali berlaku keadaan dimana suatu barang itu diproses oleh beberapa perusahaan sebelum menjadi barang jadi. Itu berarti sesuatu barang jadi tertentu sudah beberapa kali diperjualbelikan di pasar sebelum ia selesai mengalami proses produksi. Sekiranya semua nilai jual beli yang terjadi dijumlahkan ke dalam pendapatan nasional, maka nilai yang diperoleh adalah lebih besar daripada nilai produksi yang sebenarnya telah diciptakan. Untuk menghindari terjadinya hal seperti itu, yang harus dijumlahkan didalam menghitung pendapatan nasional adalah : (i) nilai barang-barang jadi saja, atau (ii) nilai-nilai tambahan yang diciptakan dalam setiap tingkat proses produksi. Penghitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran dilakukan dengan menjumlahkan nilai barang-barang jadi yang dihasilkan dalam perekonomian.

2. Cara penghitungan 2 : cara produksi atau cara produk neto

Dengan cara ini, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai produksi barang atau jasa yang diwujudkan oleh berbagai sektor (lapangan usaha) dalam perekonomian. Penggunaan cara ini mempunyai dua tujuan penting :

  1. Untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai faktor ekonomi di dalam mewujudkan pendapatan nasional.
  2. Sebagai salah satu cara untuk menghindari penghitungan dua kali, yaitu dengan hanya menghitung nilai produk neto yang diwujudkan pada berbagai tahap proses produksi.

3. Cara penghitungan 3 : cara pendapatan

Pendapatan nasional tidak ditentukan dengan menghitung dan menjumlahkan seluruh gaji dan upah, sewa, bunga dan keuntungan yang diterima oleh seluruh faktor-faktor produksi dalam suatu tahun tertentu. Oleh karenanya, penghitungan pendapatan nasional dengan cara pendapatan pada umumnya menggolongkan pendapatan yang diterima faktor-faktor produksi secara berikut :

  1. Pendapatan pekerja, yaitu gaji dan upah.
  2. Pendapatan dari usaha perseorangan (perusahaan perseorangan).
  3. Pendapatan dari sewa.
  4. Bunga neto, yaitu nilai pembayaran bunga yang dilakukan dikurangi bunga ke atas pinjaman kondsumsi dan bunga ke atas pinjaman pemerintah.
  5. Keuntungan perusahaan.

Adapaun manfaat mempelajari pendapatan nasional, diantaranya :

  1. Kita dapat mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode.
  2. Untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional dan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa.
  3. Kita dapat menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional.
  4. Untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

Kendala dalam perhitungan pendapatan nasional :

  1. Beberapa kegiatan produksi tidak dimasukkan dala PDB.
  2. Kualitas dan jenis waktu luang.
  3. PDB mengabaikan depresiasi.
  4. PDB tidak mencerminkan seluruh biaya.
  5. Dalam perhitungan PDB, tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/materi yang dapat diukur dengan nilai uang.

Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal biasa diartikan sebagai tingakan yang diambil oleh pemerintah dalam bidang anggaran belanja negara dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian. Oleh karena anggaran belanja negara terdiri daripada penerimaan berupa hasil pungutan pajak dan pengeluaran yang dapat berupa “government expenditure” dan “government transfer”, maka sering pula dikatakan bahwa kebijakan fiskal meliputi semua tindakan pemerintah yang berupa tindakan memperbesar atau memperkecil jumlah pungutan pajak, “government expenditure” dan “government transfer”.

Pemerintah menjalankan kebijakan fiskal adalah dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian atau dengan perkataan lain, dengan kebijakan fiskal pemerintah berusaha mengarahkan jalannya perekonomian menuju keadaan yang diinginkannya. Dengan melalui kebijakan fiskal, antara lain pemerintah dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional, dapat mempengaruhi kesempatan kerja, dapat mempengaruhi tinggi rendahnya investasi nasional, dan dapat mempengaruhi distribusi penghasilan nasional.

Kebijakan Moneter

Yang dimaksud kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang lebih baik dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Yang dimaksud dengan kondisi lebih baik adalah meningkatnya output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga. Melalui kebijakan moneter, pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.

Jika yang dilakukan adalah menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah dikatakan menempuh kebijakan moneter ekspansif. Dimana kebijakan moneter ekspansif bertujuan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat) pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan ini disebut juga kebijakan moneter longgar. Sebaliknya jika jumlah uang beredar dikurangi, maka pemerintah menempuh kebijakan moneter kontraktif atau kebijakan uang ketat. Kebijakan ini dilakukan saat perekonomian mengalami inflasi.

Sumber :

Reksoprayitno, Soediyono. Ekonomi Makro : Pengantar Analisis Pendapatan Nasional. Yogyakarta. Liberty Yogyakarta. 1992.

Rahardja, Prahatama & Manurung, Mandala. Teori Ekonomi Makro Suatu Pengantar. Jakarta. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 2001.

Sukirno, Sadjono. Pengantar Teori Makroekonomi. Jakarta. PT. RajaGrafindo Persada. 1999.

http://www.id.wikipedia.org

Macam – macam Pasar

Posted: June 17, 2014 in Uncategorized

Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran.

No

Ciri – ciri

Pasar Persaingan Sempurna Pasar Monopolistik Pasar Oligopoli Pasar Monopoli
1 Jumlah Penjual (produsen) Banyak Sekali Sedikit Beberapa Hanya Satu
2 Jenis Barang Yang Dijual Homogenous Product Differentiated Product Homogen / Differentiated Product Homogenous Product
3 Kemampuan Menetapkan Harga Tidak Ada Diatur Sesuai Jenis Produk Diatur Sesuai Jenis Produk Penentu Harga / Price Setter
4 Bentuk Kurva Permintaan Elastis Sempurna Lebih Mendatar Terpatah Cenderung Miring
5 Hambatan Memasuki Pasar Sangat Mudah Bebas Masuk dan Keluar Pasar Hambatan Legalitas (Undang- undang dan Hak Cipta Hambatan Legalitas (Undang- undang dan Hak Cipta
6 Keseimbangan Jangka Pendek Laba Supernormal, Laba Normal, Rugi Laba Supernormal, Laba Normal Laba Normal, Rugi Laba Supernormal, Laba Normal
7 Keseimbangan Jangka Panjang Laba Normal Laba Normal Laba Normal Laba Normal
8 Interdependensi Pengambilan Keputusan Tidak Ada Menghasilkan Peraturan Yang Berbeda Dalam Pengambilan Keputusan Keputusan Saling Mempengaruhi Saling Ketergantungan Antara Pesaing Yang Satu dan Lainnya
9 Contoh Barang Jasa Fotokopi, Beras Pakaian, Sepatu, Celana Perusahaan Mobil, Perusahaan Rokok Kretek PT. PLN, PT. Pertamina

Sumber :

Rahardja, Prathama & Manurung, Mandala. Teori Ekonomi Mikro. Jawa Barat. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 1999

Sukirno, Sadono. Pengantar Teori Mikroekonomi. Jakarta. PT. RajaGrafindo Persada. 2002

http://id.wikipedia.org

PERSELINGKUHAN

Posted: May 31, 2014 in Uncategorized

Semua orang yang menikah biasanya diawali dengan angan-angan dan cita-cita dalam menjalani kehidupan berumah tangga, mempunyai keturunan, kecukupan materi serta masa depan yang bahagia. Semua ini runtuh setelah mengalami tahap kemandegan spiritualitas memerankan rumah tangga. Orang menjadi tidak peduli, karena idealismenya tidak akan pernah tercapai. Orang semacam ini tidak lagi memiliki gambaran ideal lagi tentang rumah tangga.

Rumah tangga merupakan lemmbaga moral terbesar dalam masyarakat. Di rumah tanggalah setiap individu mendapat pendidikan mendasar. Suami istri melakukan tugas mulianya mulai dari mendidik anak-anaknya, komunikasi, sopan santun. Semuanya digambarkan secara jelas dalam rumah tangga. Ketika seseorang tidak bisa menyadari fungsi rumah tangga, maka ia benar-benar jatuh dari hakekat moralnya. Wajar saja kalu agama menghukum berat pelaku selingkuh. Semua menganggap selingkuh sebagai sebuah aib yang besar.

Menurut Wikipedia, Perselingkuhan adalah hubungan antara individu baik laki-laki maupun perempuan yang sudah menikah ataupun yang belum menikah dengan orang lain yang bukan pasangannya. Perselingkuhan menandakan suatu hubungan ketidaksetiaan pada pasangan baik dari pihak laki-laki maupun perempuan. Apapun yang orang katakan tentang selingkuh, yang pasti perbuatan tersebut sangatlah tidak bermoral dan menyakitkan beberapa pihak, terutama anak dan keluarga besar. Ada yang bilang selingkuh itu indah, selingkuh itu menyenangkan namun ada juga yang bilang selingkuh itu menyakitkan. Iya menyakitkan ketika perbuatan tersebut telah diketahui kebenarannya. Apapun alasannya tetaplah perselingkuhan tindakan yang tidak bisa dibenarkan, sebab telah mengkhianati kepercayaan pasangannya sendiri.

Penyebab Perselingkuhan

Perselingkuhan biasanya terjadi akibat adanya ketidakpuasan akan kekurangan pasangannya. Baik kekurangan fisik maupun kurangnya perhatian dan kasih sayang dari pasangannya masing-masing. Beberapa penyebab perselingkuhan diantaranya adalah sebagai berikut :

– Adanya ketidak jujuran dalam menjalin hubungan.

– Mudah tergoda dengan rayuan orang lain.

– Merasa tidak puas dengan apa yang dimiliki pasangan.

– Sekedar ingin tahu rasanya selingkuh itu seperti apa, namun lama-kelamaan jadi semakin terjerumus didalam lingkaran perselingkuhan.

– Pemahaman agama yang kurang sehingga mereka cenderung tidak menghargai hakekat ikatan suci pernikahan

– Kurangnya perhatian, kasih sayang dan keharmonisan didalam keluarga sehingga cenderung mencarinya diluar.

– Terjadinya pertengkaran hebat dan mempunyai masalah yang besar sehingga mencari tempat berlabuh yang lain.

Dampak Perselingkuhan

Perselingkuhan kebanyakan dilakukan oleh pihak laki-laki, namun tak jarang juga perselingkuhan dimulai dari pihak perempuan. Namun keduanya sama saja, sama-sama menimbulkan dampak yang tidak baik. Jika seorang suami berselingkuh mungkin dampaknya berimbas kepada sang istri. Istri-istri yang amat mementingkan kesetiaan adalah mereka yang paling amat terpukul dengan kejadian tersebut.Ketika istri mengetahui bahwa kepercayaan yang mereka berikan secara penuh kemudian diselewengkan oleh suami, maka mereka kemudian berubah menjadi amat curiga. Berbagai cara dilakukan untuk menemukan bukti-bukti yang berkaitan dengan perselingkuhan tersebut. Sebagai pihak yang disakiti, seorang istri merasakan emosi yang negatif bahkan seringkali menimbulkan depresi yang sangat lama. Rasa sakit hati yang amat mendalam membuat mereka menjadi orang yang tidak memiliki semangat hidup, merasa tidak percaya diri. Mereka mengalami konflik antara tetap bertahan karena masih memikirkan perasaan anak-anak yang ingin tetap hubungan kedua orang tua mereka baik-baik saja atau ingin segera bercerai karena perbuatan suami telah melanggar prinsip utama perkawinan mereka.

Selain itu mungkin dampak yang ditimbulkan dari perselingkuhan terjadi kepada anak, anak yang menjadi korban. Seorang anak tidak dapat merasakan keharmonisan lagi di dalam keluarga. Kemudian proses komunikasi didalam keluarga menjadi berkurang, seorang anak tidak akan berani memulai obrolan dengan orang tua. Dalam beberapa kasus mungkin anak berani ikut campur dalam mengurusi perselingkuhan yang terjadi pada orang tua mereka, namun kebanyakan seorang anak tidak ingin ikut campur dalam masalah tersebut.

Apa yang dirasakan sang istri juga dirasakan oleh sang anak, sang anak tak mau melihat penderitaan ibunya semakin dalam. Anak akan berusaha tegar sama halnya seperti yang dirasakan oleh sang ibu. Di luar mungkin sang anak terlihat tegar layaknya tak terjadi hal apa-apa, namun di dalam sang anak mengalami tekanan yang teramat berat akibat korban perselingkuhan orang tuanya. Di dalam beberapa kasus, perbuatan perselingkuhan malah menjadikan sang anak menjadi seorang yang berandalan. Itu disebabkan kurangnya perhatian dan kasih sayang dari sang orang tua yang setiap hari meributkan masalah perselingkuhan yang dilakukan oleh sang ayah.

Timbul rasa malu akibat merasa direndahkan dan dikucilkan jika tindakan perselingkuhan sampai tahu bahkan rasa malu juga datang ketika sedang berada di lingkungan luar rumah. Padahal seharusnya yang merasa malu adalah orang yang berselingkuh, bukan?. Selain itu dampak dari adanya dari perselingkuhan yaitu sikap posesif. Perasaan ini membuat korban selingkuh ingin memiliki pasangannya dan menjauhkannya dari pasangan selingkuhnya.

Cara Menjauhkan Diri Dari Perselingkuhan

Perselingkuhan pun juga bisa mengalami titik jenuh, biasanya hal itu tersadar karena dari pihak pasangan selingkuhnya sudah tidak nyaman lagi dengan selingkuhannya. Kemauan untuk mundur biasanya terjadi dari tersangka perselingkuhan yang ingin kembali ke jalan yang sebenarnya, memikirkan kembali pasangannya bukan selingkuhannya dan memperbaiki hubungan rumah tangganya.

Selain itu mulailah untuk membatasi komunikasi dan pertemuan. Ada baiknya hindari atau batasi hubungan dengan pasangan selingkuhan, terutama untuk bagian ‘sayang-sayangan yang mungkin sering muncul. Bicaralah untuk mengakhiri sebuah hubungan perselingkuhan. Bicatakan mengenai resiko yang akan terjadi jika hubungan perselingkuhan tetap dilanjutkan. Jika diteruskan, itu tidak akan mengurangi masalah, malahan menambah masalah yang jauh lebih besar. Pikirkan lah perasaan anak yang menjadi korban perselingkuhan. Dengan mengakhiri hubungan perselingkuhan, hubungan kekeluargaan bisa kembali dengan lancar dan keharmonisasian akan tetap terjaga satu sama lainnya.

 

Korupsi

Posted: May 6, 2014 in Uncategorized

Image

Apa yang ada dalam pikiran anda jika melihat foto di atas ? Mungkin tidak lain tidak bukan jika melihat gambar di atas, langsung mengeluarkan kata “korupsi”, mungkin juga ada yang berfikiran bahwa 3 orang yang berada di sebelah kanan SBY itu adalah tindak pidana korupsi atau biasa disebut koruptor. Mengapa tidak ? Sebab mereka dijadikan bintang iklan untuk mengatan “katakan tidak pada korupsi” tapi malahan mereka sekarang menjadi tersangka tindak pidana korupsi.

Menurut Wikipedia, kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok. Korupsi adalah tindakan menyalahgunakan kepercayaan publik secara tidak wajar dan tidak legal, hal tersebut biasanya dilakukan untuk mendapatkan keuntungan secara sepihak tanpa memikirkan akibat yang akan dialami pada dirinya sendiri atau orang lain. Mungkin semua orang pernah melakukan korupsi baik berupa uang atau waktu, cuman yang paling merugikan adalah korupsi uang dan biasanya hal tersebut dilakukan oleh pejabat, pegawai negeri serta pihak lain yang terlibat dengan tindakan itu.

Menurut organisasi non profit yang memiliki perhatian khusus dan kerap melakukan survey soal korupsi, Transparansi Internasional (TI) menyebutkan bahwa Indonesia berada pada posisi ke-114 negara terkorupsi di dunia, dimana tiga negara terkorupsi di dunia yaitu Afganistan, Korea Utara, dan Somalia. Sangat beruntung negara kita tercinta ini tidak menduduki posisi atas, namun berada di posisi ke-114 dari sekian banyak negara di dunia sudah sangat memalukan. Bagaimana tidak, korupsi dapat membuat yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Hal tersebut sama saja menambah angka kemiskinan di Indonesia.

Kita ambil contoh misalnya para pejabat negeri kita, ingatkah anda saat mereka belum menjadi wakil rakyat yang akan memenuhi kursi DPR ? Mereka melakukan kampanye sana dan sini baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Mereka menjanjikan akan membuat negara ini jauh lebih baik kedepannya. Namun saat mereka sudah dipercaya untuk mewakili rakyat, mereka melakukan kesalahan, salah satunya adalah dengan melakukan korupsi untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Mengapa mereka melakukan korupsi? Apakah kebutuhan sehari-hari mereka dengan gaji sebagai wakil yang sudah cukup besar belum tercukupi? Apakah mereka gengsi karena jika tidak hidup dengan kemewahan akan di pandang sebelah mata atau tidak diakui di masyarakat?.

Beberapa pernyataan tesebut sudah bisa menjawab mengapa mereka melakukan korupsi. Sebagian besar dilakukan karena adanya kesempatan, biasanya dilakukan oleh pemegang dengan memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri, sekalipun cara yang dilakukannya salah satu perbuatan dosa dan melanggar hukum. Mungkin juga karena faktor tekanan, biasanya dilakukan karena permintaan dari seseorang kerabat atau atasan yang tidak bisa dihindari. Mungkin jika kita bisa bersikap tegas, kita bisa menolak uang korupsi sekalipun memiliki hubungan dekat atau hubungan keluarga. Bisa juga akbiat malas atau tidak mau bekerja, hal tersebut disebabkan karena mereka hanya ingin mendapatkan yang mereka inginkan dengan cara yang instan, maka dari itu hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan korupsi.

Apa dampak dari adanya tindak korupsi? Yang pasti salah satunya menambah angka kemiskinan di negara ini, hal itu lah yang membuat si kaya dan si mikin semakin terlihat. selain itu yang mungkin terjadi itu berkurangnya investasi dari berbagai bidang, sebab para investor takut jika uang investasinya dikorupsi. Korupsi juga berdampak pada pengeluaran di bidang pendidikan dan kesehatan yang, akibat korupsi pendapatan pemerintah akan terpangkas bahkan lebih dari 50%. Korupsi dapat membuat hukum tidak lagi dihormati, sebab korupsi di bidang hukum dapat menghambat penegakan hukum. Korupsi juga membuat berkurangnya kewibawaan dan berkurangnya kepercayaan pemerintah di masyarakat, sebab kebanyakan pelaku korupsi berasal dari instansi pemerintahan.

Jika berbicara hukuman apa yang pantas untuk para koruptor, mungkin saja hukuman penjara ataupun penyitaan seluruh harta masih belum cukup, sebab dalam penjara pun mereka masih bisa merasakan kemewahan seperti di hotel berbintang. Para penegak hukum pun saat ingin memberikan hukuman apa yang pantas pun masih ada yang mau menerima sogokan supaya hukuman untuk para koruptor tidak terlalu berat. Sebab sifat manusia tidak pernah merasa tercukupi atas apa yang sudah dimiliki dan didapat. Misalkan saja penjara untuk para koruptor dan untuk para pencuri, untuk hal itu saja bisa sangat terlihat, para pencuri mendiami lapas yang bisa dibilang tidak layak huni sedangkan untuk para koruptor menghuni kamar dengan fasilitas yang memadai. Masih pantaskah negara ini disebut sebagai negara hukum? Saya rasa tidak, sebab hukum pun di negara ini bisa dibeli. Tidak ada ketegasan dari para pengak hukum dari yang kedudukannya tinggi sampai rendah. Semua sama saja jika sudah berbicara masalah uang kebanyakan akan tergoda juga. Korupsi terjadi karna ada faktor kesempatan.

Sebaiknya untuk semua orang terutama para pejabat negeri ini hindarilah perbuatan korupsi, karena hanya akan merugikan diri sendiri, orang lain dan negara ini. Selalulah merasa cukup atas apa yang sudah didapat. Mungkin di awal saja kalian akan merasakan nikmatnya memiliki uang banyak, namun pikirkan resiko apa yang akan di dapat. Mungkin anda akan di kucilkan oleh masyarakat, bahkan juga sudah tidak di anggap di keluarga. Banyak-banyak lah menanam dalam pikiran masing-masing untuk selalu melihat kebawah.