Bahasa

Posted: October 11, 2014 in Uncategorized

Beberapa pengertian Bahasa menurut para ahli :

  • Pengertian Bahasa menurut Harun Rasyid, Mansyur & Suratno (2009: 126) bahasa merupakan struktur dan makna yang bebas dari penggunanya, sebagai tanda yang menyimpulkan suatu tujuan.
  • Pengertian Bahasa menurut kamus besar Bahasa Indonesia (Hasan Alwi, 2002: 88) bahasa berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh semua orang atau anggota masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri dalam bentuk percakapan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun yang baik.

Berdasarkan beberapa pengertian bahasa tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian bahasa adalah sistem yang teratur berupa lambang-lambang bunyi yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran bahasa tersebut.

Fungsi Bahasa

Dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya kita kepada bahasa, terutama bahasa Indonesia, sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauh. Akibatnya, sebagai pemakai bahasa, orang Indonesia tidak terampil menggunakan bahasa. Suatu kelemahan yang tidak disadari.

Komunikasi lisan atau nonstandar yang sangat praktis menyebabkan kita tidak teliti berbahasa. Akibatnya, kita mengalami kesulitan pada saat akan menggunakan bahasa tulis atau bahasa yang lebih standar dan teratur. Pada saat dituntut untuk berbahasa’ bagi kepentingan yang lebih terarah dengan maksud tertentu, kita cenderung kaku. Kita akan berbahasa secara terbata-bata atau mencampurkan bahasa standar dengan bahasa nonstandar atau bahkan, mencampurkan bahasa atau istilah asing ke dalam uraian kita. Padahal, bahasa bersifat sangat luwes, sangat manipulatif. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Lihat saja, bagaimana pandainya orang-orang berpolitik melalui bahasa. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Agar dapat memanipulasi bahasa, kita harus mengetahui fungsi-fungsi bahasa.

Pada dasarnya, bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.

  • Bahasa sebagai Alat Ekspresi Diri

    Pada awalnya, seorang anak menggunakan bahasa untuk mengekspresikan kehendaknya atau perasaannya pada sasaran yang tetap, yakni ayah-ibunya. Dalam perkembangannya, seorang anak tidak lagi menggunakan bahasa hanya untuk mengekspresikan kehendaknya, melainkan juga untuk berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya. Setelah kita dewasa, kita menggunakan bahasa, baik untuk mengekspresikan diri maupun untuk berkomunikasi. Seorang penulis mengekspresikan dirinya melalui tulisannya. Sebenarnya, sebuah karya ilmiah pun adalah sarana pengungkapan diri seorang ilmuwan untuk menunjukkan kemampuannya dalam sebuah bidang ilmu tertentu. Jadi, kita dapat menulis untuk mengekspresikan diri kita atau untuk mencapai tujuan tertentu.

  • Bahasa sebagai Alat Komunikasi

    Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita.

    Bahasa sebagai alat ekspresi diri dan sebagai alat komunikasi sekaligus pula merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan sudut pandang kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri.

  • Bahasa sebagai Alat Integrasi dan Adaptasi Sosial

    Cara berbahasa tertentu selain berfungsi sebagai alat komunikasi, berfungsi pula sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial. Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati.

  • Bahasa sebagai Alat Kontrol Sosial

    Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan buku-buku instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial.

    Ceramah agama atau dakwah merupakan contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Lebih jauh lagi, orasi ilmiah atau politik merupakan alat kontrol sosial. Kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio. Iklan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Di samping itu, kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal.

Kedudukan Bahasa

Kedudukan pertama bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa persatuan. Hal ini tercantum dalam Sumpah pemuda (28-10-1928). Ini berarti bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai Bahasa Nasional. Kedua adalah sebagai bahasa negara.

Dalam kedudukannya sebagai Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi yaitu :

    1. Lambang kebanggaan kebangsaan
      Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai luhur yang mendasari perilaku bangsa Indonesia.
    2. Lambang Identitas Nasional 
      Bahasa Indonesia mewakili jatidiri bangsa Indonesia, selain Bahasa Indonesia terdapat pula lambang identitas nasional yang lain yaitu bendera Merah-Putih dan lambang negara Garuda Pancasila.
    3. Alat perhubungan 
      Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan bahasa yang berbeda-beda, maka kan sangat sulit berkomunikasi kecuali ada satu bahasa pokok yang digunakan. Maka dari itu digunakanlah Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan perhubungan nasional.
    4. Alat pemersatu bangsa 
      Mengacu pada keragaman yang ada pada Indonesia dari suku, agama, ras, dan budaya, bahasa Indonesia dijadikan sebagai media yang dapat membuat kesemua elemen masyarakat yang beragam tersebut kedalam sebuah persatuan.

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara

Bahasa negara sama saja dengan bahasa nasional atau bahasa persatuan artinya bahasa negara merupakan bahasa primer dam baku yang acapkali digunakan pada kesempatan yang formal.Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara yaitu :

    1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan.
      Kedudukan pertama dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.
    2. Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan. 
      Kedudukan kedua dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak juga harus berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek)
    3. Bahasa Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi. 
      Kedudukan keempat dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lainnya. Karena sangatlah tidak mungkin bila suatu buku yang menjelaskan tentang suatu kebudayaan daerah, ditulis dengan menggunakan bahasa daerah itu sendiri, dan menyebabkan orang lain belum tentu akan mengerti.

sumber :

http://www.kajianteori.com/2013/03/pengertian-bahasa-apa-arti-bahasa-menurut-ahli.html

https://www.academia.edu/3614957/FUNGSI_BAHASA

http://furanaa.com/blog/kedudukan-dan-fungsi-bahasa-indonesia/

Pendapatan Nasional

Posted: July 4, 2014 in Uncategorized

Pendapatan Nasional

Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

Untuk menghitung nilai barang-barang dan jasa-jasa yang diciptakan oleh suatu perekonomian tiga cara perhitungan dapat digunakan yaitu :

1. Cara perhitungan 1 : cara pengeluaran.

Dengan cara pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai pengeluaran dari berbagai goolongan masyarakat ke atas barang-barang jadi dan jasa-jasa yang di produksikan dalam perekonomian tersebut. Barang-barang yang masih akan di proses lagi, nilainya tidak turut dihitung di dalam penghitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran, karena untuk menghindari berlakunya perhitungan dua kali.

Dalam menghitung nilai pendapatan nasional menurut cara pengeluaran adalah penting untuk membedakan dengan baik antara barang-barang jadi dan barang-barang setengah jadi. Di dalam perekonomian seringkali berlaku keadaan dimana suatu barang itu diproses oleh beberapa perusahaan sebelum menjadi barang jadi. Itu berarti sesuatu barang jadi tertentu sudah beberapa kali diperjualbelikan di pasar sebelum ia selesai mengalami proses produksi. Sekiranya semua nilai jual beli yang terjadi dijumlahkan ke dalam pendapatan nasional, maka nilai yang diperoleh adalah lebih besar daripada nilai produksi yang sebenarnya telah diciptakan. Untuk menghindari terjadinya hal seperti itu, yang harus dijumlahkan didalam menghitung pendapatan nasional adalah : (i) nilai barang-barang jadi saja, atau (ii) nilai-nilai tambahan yang diciptakan dalam setiap tingkat proses produksi. Penghitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran dilakukan dengan menjumlahkan nilai barang-barang jadi yang dihasilkan dalam perekonomian.

2. Cara penghitungan 2 : cara produksi atau cara produk neto

Dengan cara ini, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai produksi barang atau jasa yang diwujudkan oleh berbagai sektor (lapangan usaha) dalam perekonomian. Penggunaan cara ini mempunyai dua tujuan penting :

  1. Untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai faktor ekonomi di dalam mewujudkan pendapatan nasional.
  2. Sebagai salah satu cara untuk menghindari penghitungan dua kali, yaitu dengan hanya menghitung nilai produk neto yang diwujudkan pada berbagai tahap proses produksi.

3. Cara penghitungan 3 : cara pendapatan

Pendapatan nasional tidak ditentukan dengan menghitung dan menjumlahkan seluruh gaji dan upah, sewa, bunga dan keuntungan yang diterima oleh seluruh faktor-faktor produksi dalam suatu tahun tertentu. Oleh karenanya, penghitungan pendapatan nasional dengan cara pendapatan pada umumnya menggolongkan pendapatan yang diterima faktor-faktor produksi secara berikut :

  1. Pendapatan pekerja, yaitu gaji dan upah.
  2. Pendapatan dari usaha perseorangan (perusahaan perseorangan).
  3. Pendapatan dari sewa.
  4. Bunga neto, yaitu nilai pembayaran bunga yang dilakukan dikurangi bunga ke atas pinjaman kondsumsi dan bunga ke atas pinjaman pemerintah.
  5. Keuntungan perusahaan.

Adapaun manfaat mempelajari pendapatan nasional, diantaranya :

  1. Kita dapat mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode.
  2. Untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional dan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa.
  3. Kita dapat menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional.
  4. Untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

Kendala dalam perhitungan pendapatan nasional :

  1. Beberapa kegiatan produksi tidak dimasukkan dala PDB.
  2. Kualitas dan jenis waktu luang.
  3. PDB mengabaikan depresiasi.
  4. PDB tidak mencerminkan seluruh biaya.
  5. Dalam perhitungan PDB, tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/materi yang dapat diukur dengan nilai uang.

Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal biasa diartikan sebagai tingakan yang diambil oleh pemerintah dalam bidang anggaran belanja negara dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian. Oleh karena anggaran belanja negara terdiri daripada penerimaan berupa hasil pungutan pajak dan pengeluaran yang dapat berupa “government expenditure” dan “government transfer”, maka sering pula dikatakan bahwa kebijakan fiskal meliputi semua tindakan pemerintah yang berupa tindakan memperbesar atau memperkecil jumlah pungutan pajak, “government expenditure” dan “government transfer”.

Pemerintah menjalankan kebijakan fiskal adalah dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian atau dengan perkataan lain, dengan kebijakan fiskal pemerintah berusaha mengarahkan jalannya perekonomian menuju keadaan yang diinginkannya. Dengan melalui kebijakan fiskal, antara lain pemerintah dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional, dapat mempengaruhi kesempatan kerja, dapat mempengaruhi tinggi rendahnya investasi nasional, dan dapat mempengaruhi distribusi penghasilan nasional.

Kebijakan Moneter

Yang dimaksud kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang lebih baik dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Yang dimaksud dengan kondisi lebih baik adalah meningkatnya output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga. Melalui kebijakan moneter, pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.

Jika yang dilakukan adalah menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah dikatakan menempuh kebijakan moneter ekspansif. Dimana kebijakan moneter ekspansif bertujuan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat) pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan ini disebut juga kebijakan moneter longgar. Sebaliknya jika jumlah uang beredar dikurangi, maka pemerintah menempuh kebijakan moneter kontraktif atau kebijakan uang ketat. Kebijakan ini dilakukan saat perekonomian mengalami inflasi.

Sumber :

Reksoprayitno, Soediyono. Ekonomi Makro : Pengantar Analisis Pendapatan Nasional. Yogyakarta. Liberty Yogyakarta. 1992.

Rahardja, Prahatama & Manurung, Mandala. Teori Ekonomi Makro Suatu Pengantar. Jakarta. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 2001.

Sukirno, Sadjono. Pengantar Teori Makroekonomi. Jakarta. PT. RajaGrafindo Persada. 1999.

http://www.id.wikipedia.org

Macam – macam Pasar

Posted: June 17, 2014 in Uncategorized

Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran.

No

Ciri – ciri

Pasar Persaingan Sempurna Pasar Monopolistik Pasar Oligopoli Pasar Monopoli
1 Jumlah Penjual (produsen) Banyak Sekali Sedikit Beberapa Hanya Satu
2 Jenis Barang Yang Dijual Homogenous Product Differentiated Product Homogen / Differentiated Product Homogenous Product
3 Kemampuan Menetapkan Harga Tidak Ada Diatur Sesuai Jenis Produk Diatur Sesuai Jenis Produk Penentu Harga / Price Setter
4 Bentuk Kurva Permintaan Elastis Sempurna Lebih Mendatar Terpatah Cenderung Miring
5 Hambatan Memasuki Pasar Sangat Mudah Bebas Masuk dan Keluar Pasar Hambatan Legalitas (Undang- undang dan Hak Cipta Hambatan Legalitas (Undang- undang dan Hak Cipta
6 Keseimbangan Jangka Pendek Laba Supernormal, Laba Normal, Rugi Laba Supernormal, Laba Normal Laba Normal, Rugi Laba Supernormal, Laba Normal
7 Keseimbangan Jangka Panjang Laba Normal Laba Normal Laba Normal Laba Normal
8 Interdependensi Pengambilan Keputusan Tidak Ada Menghasilkan Peraturan Yang Berbeda Dalam Pengambilan Keputusan Keputusan Saling Mempengaruhi Saling Ketergantungan Antara Pesaing Yang Satu dan Lainnya
9 Contoh Barang Jasa Fotokopi, Beras Pakaian, Sepatu, Celana Perusahaan Mobil, Perusahaan Rokok Kretek PT. PLN, PT. Pertamina

Sumber :

Rahardja, Prathama & Manurung, Mandala. Teori Ekonomi Mikro. Jawa Barat. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 1999

Sukirno, Sadono. Pengantar Teori Mikroekonomi. Jakarta. PT. RajaGrafindo Persada. 2002

http://id.wikipedia.org

PERSELINGKUHAN

Posted: May 31, 2014 in Uncategorized

Semua orang yang menikah biasanya diawali dengan angan-angan dan cita-cita dalam menjalani kehidupan berumah tangga, mempunyai keturunan, kecukupan materi serta masa depan yang bahagia. Semua ini runtuh setelah mengalami tahap kemandegan spiritualitas memerankan rumah tangga. Orang menjadi tidak peduli, karena idealismenya tidak akan pernah tercapai. Orang semacam ini tidak lagi memiliki gambaran ideal lagi tentang rumah tangga.

Rumah tangga merupakan lemmbaga moral terbesar dalam masyarakat. Di rumah tanggalah setiap individu mendapat pendidikan mendasar. Suami istri melakukan tugas mulianya mulai dari mendidik anak-anaknya, komunikasi, sopan santun. Semuanya digambarkan secara jelas dalam rumah tangga. Ketika seseorang tidak bisa menyadari fungsi rumah tangga, maka ia benar-benar jatuh dari hakekat moralnya. Wajar saja kalu agama menghukum berat pelaku selingkuh. Semua menganggap selingkuh sebagai sebuah aib yang besar.

Menurut Wikipedia, Perselingkuhan adalah hubungan antara individu baik laki-laki maupun perempuan yang sudah menikah ataupun yang belum menikah dengan orang lain yang bukan pasangannya. Perselingkuhan menandakan suatu hubungan ketidaksetiaan pada pasangan baik dari pihak laki-laki maupun perempuan. Apapun yang orang katakan tentang selingkuh, yang pasti perbuatan tersebut sangatlah tidak bermoral dan menyakitkan beberapa pihak, terutama anak dan keluarga besar. Ada yang bilang selingkuh itu indah, selingkuh itu menyenangkan namun ada juga yang bilang selingkuh itu menyakitkan. Iya menyakitkan ketika perbuatan tersebut telah diketahui kebenarannya. Apapun alasannya tetaplah perselingkuhan tindakan yang tidak bisa dibenarkan, sebab telah mengkhianati kepercayaan pasangannya sendiri.

Penyebab Perselingkuhan

Perselingkuhan biasanya terjadi akibat adanya ketidakpuasan akan kekurangan pasangannya. Baik kekurangan fisik maupun kurangnya perhatian dan kasih sayang dari pasangannya masing-masing. Beberapa penyebab perselingkuhan diantaranya adalah sebagai berikut :

- Adanya ketidak jujuran dalam menjalin hubungan.

- Mudah tergoda dengan rayuan orang lain.

- Merasa tidak puas dengan apa yang dimiliki pasangan.

- Sekedar ingin tahu rasanya selingkuh itu seperti apa, namun lama-kelamaan jadi semakin terjerumus didalam lingkaran perselingkuhan.

- Pemahaman agama yang kurang sehingga mereka cenderung tidak menghargai hakekat ikatan suci pernikahan

- Kurangnya perhatian, kasih sayang dan keharmonisan didalam keluarga sehingga cenderung mencarinya diluar.

- Terjadinya pertengkaran hebat dan mempunyai masalah yang besar sehingga mencari tempat berlabuh yang lain.

Dampak Perselingkuhan

Perselingkuhan kebanyakan dilakukan oleh pihak laki-laki, namun tak jarang juga perselingkuhan dimulai dari pihak perempuan. Namun keduanya sama saja, sama-sama menimbulkan dampak yang tidak baik. Jika seorang suami berselingkuh mungkin dampaknya berimbas kepada sang istri. Istri-istri yang amat mementingkan kesetiaan adalah mereka yang paling amat terpukul dengan kejadian tersebut.Ketika istri mengetahui bahwa kepercayaan yang mereka berikan secara penuh kemudian diselewengkan oleh suami, maka mereka kemudian berubah menjadi amat curiga. Berbagai cara dilakukan untuk menemukan bukti-bukti yang berkaitan dengan perselingkuhan tersebut. Sebagai pihak yang disakiti, seorang istri merasakan emosi yang negatif bahkan seringkali menimbulkan depresi yang sangat lama. Rasa sakit hati yang amat mendalam membuat mereka menjadi orang yang tidak memiliki semangat hidup, merasa tidak percaya diri. Mereka mengalami konflik antara tetap bertahan karena masih memikirkan perasaan anak-anak yang ingin tetap hubungan kedua orang tua mereka baik-baik saja atau ingin segera bercerai karena perbuatan suami telah melanggar prinsip utama perkawinan mereka.

Selain itu mungkin dampak yang ditimbulkan dari perselingkuhan terjadi kepada anak, anak yang menjadi korban. Seorang anak tidak dapat merasakan keharmonisan lagi di dalam keluarga. Kemudian proses komunikasi didalam keluarga menjadi berkurang, seorang anak tidak akan berani memulai obrolan dengan orang tua. Dalam beberapa kasus mungkin anak berani ikut campur dalam mengurusi perselingkuhan yang terjadi pada orang tua mereka, namun kebanyakan seorang anak tidak ingin ikut campur dalam masalah tersebut.

Apa yang dirasakan sang istri juga dirasakan oleh sang anak, sang anak tak mau melihat penderitaan ibunya semakin dalam. Anak akan berusaha tegar sama halnya seperti yang dirasakan oleh sang ibu. Di luar mungkin sang anak terlihat tegar layaknya tak terjadi hal apa-apa, namun di dalam sang anak mengalami tekanan yang teramat berat akibat korban perselingkuhan orang tuanya. Di dalam beberapa kasus, perbuatan perselingkuhan malah menjadikan sang anak menjadi seorang yang berandalan. Itu disebabkan kurangnya perhatian dan kasih sayang dari sang orang tua yang setiap hari meributkan masalah perselingkuhan yang dilakukan oleh sang ayah.

Timbul rasa malu akibat merasa direndahkan dan dikucilkan jika tindakan perselingkuhan sampai tahu bahkan rasa malu juga datang ketika sedang berada di lingkungan luar rumah. Padahal seharusnya yang merasa malu adalah orang yang berselingkuh, bukan?. Selain itu dampak dari adanya dari perselingkuhan yaitu sikap posesif. Perasaan ini membuat korban selingkuh ingin memiliki pasangannya dan menjauhkannya dari pasangan selingkuhnya.

Cara Menjauhkan Diri Dari Perselingkuhan

Perselingkuhan pun juga bisa mengalami titik jenuh, biasanya hal itu tersadar karena dari pihak pasangan selingkuhnya sudah tidak nyaman lagi dengan selingkuhannya. Kemauan untuk mundur biasanya terjadi dari tersangka perselingkuhan yang ingin kembali ke jalan yang sebenarnya, memikirkan kembali pasangannya bukan selingkuhannya dan memperbaiki hubungan rumah tangganya.

Selain itu mulailah untuk membatasi komunikasi dan pertemuan. Ada baiknya hindari atau batasi hubungan dengan pasangan selingkuhan, terutama untuk bagian ‘sayang-sayangan yang mungkin sering muncul. Bicaralah untuk mengakhiri sebuah hubungan perselingkuhan. Bicatakan mengenai resiko yang akan terjadi jika hubungan perselingkuhan tetap dilanjutkan. Jika diteruskan, itu tidak akan mengurangi masalah, malahan menambah masalah yang jauh lebih besar. Pikirkan lah perasaan anak yang menjadi korban perselingkuhan. Dengan mengakhiri hubungan perselingkuhan, hubungan kekeluargaan bisa kembali dengan lancar dan keharmonisasian akan tetap terjaga satu sama lainnya.

 

Korupsi

Posted: May 6, 2014 in Uncategorized

Image

Apa yang ada dalam pikiran anda jika melihat foto di atas ? Mungkin tidak lain tidak bukan jika melihat gambar di atas, langsung mengeluarkan kata “korupsi”, mungkin juga ada yang berfikiran bahwa 3 orang yang berada di sebelah kanan SBY itu adalah tindak pidana korupsi atau biasa disebut koruptor. Mengapa tidak ? Sebab mereka dijadikan bintang iklan untuk mengatan “katakan tidak pada korupsi” tapi malahan mereka sekarang menjadi tersangka tindak pidana korupsi.

Menurut Wikipedia, kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok. Korupsi adalah tindakan menyalahgunakan kepercayaan publik secara tidak wajar dan tidak legal, hal tersebut biasanya dilakukan untuk mendapatkan keuntungan secara sepihak tanpa memikirkan akibat yang akan dialami pada dirinya sendiri atau orang lain. Mungkin semua orang pernah melakukan korupsi baik berupa uang atau waktu, cuman yang paling merugikan adalah korupsi uang dan biasanya hal tersebut dilakukan oleh pejabat, pegawai negeri serta pihak lain yang terlibat dengan tindakan itu.

Menurut organisasi non profit yang memiliki perhatian khusus dan kerap melakukan survey soal korupsi, Transparansi Internasional (TI) menyebutkan bahwa Indonesia berada pada posisi ke-114 negara terkorupsi di dunia, dimana tiga negara terkorupsi di dunia yaitu Afganistan, Korea Utara, dan Somalia. Sangat beruntung negara kita tercinta ini tidak menduduki posisi atas, namun berada di posisi ke-114 dari sekian banyak negara di dunia sudah sangat memalukan. Bagaimana tidak, korupsi dapat membuat yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Hal tersebut sama saja menambah angka kemiskinan di Indonesia.

Kita ambil contoh misalnya para pejabat negeri kita, ingatkah anda saat mereka belum menjadi wakil rakyat yang akan memenuhi kursi DPR ? Mereka melakukan kampanye sana dan sini baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Mereka menjanjikan akan membuat negara ini jauh lebih baik kedepannya. Namun saat mereka sudah dipercaya untuk mewakili rakyat, mereka melakukan kesalahan, salah satunya adalah dengan melakukan korupsi untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Mengapa mereka melakukan korupsi? Apakah kebutuhan sehari-hari mereka dengan gaji sebagai wakil yang sudah cukup besar belum tercukupi? Apakah mereka gengsi karena jika tidak hidup dengan kemewahan akan di pandang sebelah mata atau tidak diakui di masyarakat?.

Beberapa pernyataan tesebut sudah bisa menjawab mengapa mereka melakukan korupsi. Sebagian besar dilakukan karena adanya kesempatan, biasanya dilakukan oleh pemegang dengan memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri, sekalipun cara yang dilakukannya salah satu perbuatan dosa dan melanggar hukum. Mungkin juga karena faktor tekanan, biasanya dilakukan karena permintaan dari seseorang kerabat atau atasan yang tidak bisa dihindari. Mungkin jika kita bisa bersikap tegas, kita bisa menolak uang korupsi sekalipun memiliki hubungan dekat atau hubungan keluarga. Bisa juga akbiat malas atau tidak mau bekerja, hal tersebut disebabkan karena mereka hanya ingin mendapatkan yang mereka inginkan dengan cara yang instan, maka dari itu hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan korupsi.

Apa dampak dari adanya tindak korupsi? Yang pasti salah satunya menambah angka kemiskinan di negara ini, hal itu lah yang membuat si kaya dan si mikin semakin terlihat. selain itu yang mungkin terjadi itu berkurangnya investasi dari berbagai bidang, sebab para investor takut jika uang investasinya dikorupsi. Korupsi juga berdampak pada pengeluaran di bidang pendidikan dan kesehatan yang, akibat korupsi pendapatan pemerintah akan terpangkas bahkan lebih dari 50%. Korupsi dapat membuat hukum tidak lagi dihormati, sebab korupsi di bidang hukum dapat menghambat penegakan hukum. Korupsi juga membuat berkurangnya kewibawaan dan berkurangnya kepercayaan pemerintah di masyarakat, sebab kebanyakan pelaku korupsi berasal dari instansi pemerintahan.

Jika berbicara hukuman apa yang pantas untuk para koruptor, mungkin saja hukuman penjara ataupun penyitaan seluruh harta masih belum cukup, sebab dalam penjara pun mereka masih bisa merasakan kemewahan seperti di hotel berbintang. Para penegak hukum pun saat ingin memberikan hukuman apa yang pantas pun masih ada yang mau menerima sogokan supaya hukuman untuk para koruptor tidak terlalu berat. Sebab sifat manusia tidak pernah merasa tercukupi atas apa yang sudah dimiliki dan didapat. Misalkan saja penjara untuk para koruptor dan untuk para pencuri, untuk hal itu saja bisa sangat terlihat, para pencuri mendiami lapas yang bisa dibilang tidak layak huni sedangkan untuk para koruptor menghuni kamar dengan fasilitas yang memadai. Masih pantaskah negara ini disebut sebagai negara hukum? Saya rasa tidak, sebab hukum pun di negara ini bisa dibeli. Tidak ada ketegasan dari para pengak hukum dari yang kedudukannya tinggi sampai rendah. Semua sama saja jika sudah berbicara masalah uang kebanyakan akan tergoda juga. Korupsi terjadi karna ada faktor kesempatan.

Sebaiknya untuk semua orang terutama para pejabat negeri ini hindarilah perbuatan korupsi, karena hanya akan merugikan diri sendiri, orang lain dan negara ini. Selalulah merasa cukup atas apa yang sudah didapat. Mungkin di awal saja kalian akan merasakan nikmatnya memiliki uang banyak, namun pikirkan resiko apa yang akan di dapat. Mungkin anda akan di kucilkan oleh masyarakat, bahkan juga sudah tidak di anggap di keluarga. Banyak-banyak lah menanam dalam pikiran masing-masing untuk selalu melihat kebawah.

Sebagaimana halnya dengan konsumen yang selalu ingin memuaskan kebutuhannya dengan cara yang paling efisien, maka produsen juga berusaha memuaskan kebutuhannya dengan cara menghasilkan barang dengan biaya yang paling murah. Di dalam memproduksi output produsen dapat menggunakan faktor-faktor atau variabel yang mempengaruhinya. Dalam memproduksi output dapat digunakan hanya dengan satu variabel, namun juga dapat dilakukan dengan lebih dari satu variabel.

Produksi Menggunakan Satu Variabel

Produksi yang dilakukan dengan menggunakan salah satu variabelnya tetap, seperti variabel modal dengan tanah. Di mana modal sebagai variabel dan tanahnya tetap. Dalam produksi dengan satu variabel akan berlaku hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang, yaitu jika variabel ditambah terus maka output makin lama akan semakin turun secara rata-rata dan secara total.

 

ImageWaktu/tahap

Gambar di atas menunjukkan bahwa tahap 1 adalah tahap di mana produksi masih bias ditingkatkan karena masih efisien, demikian pula pada tahap 2. Akan tetapi memasuki tahap ke 3 tambahan input hanya memberikan tambahan output yang kecil, hal ini menandakan bahwa tambahan input sudah tidak efisien manakala input tersebut ditambah terus, maka tampaknya seperti tahap 4, di mana tambahan produksi justru turun (∆I/∆O positif pada tahap1, 2, 3 dan ∆I/-∆O pada tahap 4).

Kesimpulan dari kurva diatas adalah :

  • Pertama, apabila produsen menambah input terus-menerus sementara salah satu faktor produksinya tetap, maka pada tahap awal rata-rata produksi meningkat (X/O = AP). Demikian juga dengan marginal produknya (dX/dO = MP), dan marginal (MP) output akan semakin besar bila input ditambah terus karena masih banyaknya sumber daya yang terdapat dalam faktor produksi yang dianggap tetap tersebut.
  • Kedua, pertambahan input secara terus-menerus justru akan merugi karena meskipun secara riil produksi masih terus bertambah tetapi rata-rata produksi dan marginal produksinya justru akan menurun, dan bila dipaksakan ditambah maka hasilnya justru akan semakin menurun, karena kemampuan sumber daya tidak seimbang dengan pengeksplotasiannya, sehingga memungkinkan hasil produksinya menurun bila dibandingkan dengan produksi awal.

Oleh karena itu untuk kasus satu faktor produksi variabel dan lainnya tetap, maka hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

  • Produksi dapat diteruskan bila MP>AP.
  • Produksi akan mengalami keuntungan tertinggi pada saat MP = AP, saat ini produksi masih bisa diteruskan.
  • Produksi akan maksimum pada saat MP = 0 dan AP akan semakin menurun.

Produksi Menggunakan Dua Variabel

Produksi dengan menggunakan dua variabel maksudnya adalah terdapat kombinasi antara dua faktor produksi untuk menghasilkan output (yang sama). Dalam berproduksi, seorang produsen tentu saja dihadapkan pada menggunakan faktor produksinya secara efisien untuk hasil yang optimum. Oleh karena itu produsen akan berusaha mencari kombinasi terbaik antara dua faktor input. Hasil produksi sama dalam teori ini ditunjukkan oleh suatu kurva yang disebut isoquant curve. Sedangkan biaya yang digunakan dalam rangka menghasilkan produk tersebut disebut isocost (biaya sama).

Biaya Produksi

Biaya produksi dapat didefinisikan sebagai semua pengeluaran yang dilakukan oleh firma untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan firma tersebut. Biaya produksi yang dikeluarkan setiap firma dapat dibedakan kepada dua jenis biaya, yaitu biaya eksplisit dan biaya tersembunyi (imputed costs). Biaya eksplisit adalah pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor-faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan firma. Sedangkan biaya tersembunyi adalah taksiran pengeluaran atas faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh firma itu sendiri. Pengeluaran seperti itu antara lain adalah pembayaran untuk keahlian keusahawanan produsen tersebut, modalnya sendiri yang digunakan dalam perusahaan, dan bangunan perusahaan yang dimilikinya.

Keseluruhan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan produsen dapat dibedakan kepada dua jenis biaya, yaitu : biaya yang selalu berubah dan biaya tetap. Analisis mengenai biaya produksi akan memperhatikan juga tentang (i) biaya produksi rata-rata yang meliputi biaya produksi total rata-rata, biaya produksi tetap rata-rata, dan biaya produksi berubah rata-rata; dan (ii) biaya produksi marginal, yaitu tambahan biaya produksi yang harus dikeluarkan untuk menambah satu unit produksi.

  1. Biaya total (TC). Keseluruhan jumlah ongkos produksi yang dikeluarkan dinamakan biaya total (total costs). Biaya produksi total didapat dari menjumlahkan biaya tetap total (TFC dari perkataan total fixed costs) dan ongkos berubah total (TVC dari perkataan total variabel costs). Dengan rumus yaitu TC = TFC + TVC.
  2. Biaya tetap total (TVC). Keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat diubah jumlahnya.
  3. Biaya berubah total (TFC). Keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya.
  4. Biaya tetap rata-rata (AFC). Apabila biaya tetap total untuk memproduksi sejumlah barang tertentu (Q) dibagi dengan jumlah produksi tersebut, nilai yang diperoleh adalah biaya tetap rata-rata. Dengan rumus AFC = TFC / Q.
  5. Biaya berubah rata-rata (AVC). Apabila biaya berubah total (TVC) untuk memproduksi sejumlah barang (Q) dibagi dengan jumlah produksi tersebut, nilai yang diperoleh adalah biaya beruba rata-rata. Dengan rumus AVC = TVC / Q.
  6. Biaya total rata-rata (AC). Apabila biaya total (TC) untuk memproduksi sejumlah barang tertentu (Q) dibagi dengan jumlah produksi tersebut, nilai yang diperoleh adalah biaya total rata-rata. Dengan rumus AC = TC / Q atau AC = AFC + AVC.
  7. Biaya Marginal (MC). Kenaikan ongkos produksi yang dikeluarkan untuk menambah produksi sebanyak satu unit dinamakan biaya marginal. Biaya marginal dapat dicari dengan rumus MCn = TCn – TCn-1, dimana MCn adalah biaya marginal produksi ke-n, TCn adalah biaya total pada waktu jumlah produksi adalah n, dan TCn-1 adalah biaya pada waktu jumlah produksi adalah n-1.

Pemaksimuman Keuntungan

Biaya marginal memegang peranan yang sangat penting di dalam pertimbangan seorang produsen ketika menentukan jumlah produksi yang perlu dihasilkan. Telah dinyatakan bahwa tujuan dari setiap produsen ialah untuk memaksimumkan keuntungannya. Pada tingkat produksi yang manakah keuntunngan maksimum dicapai? Dua cara dapat digunakan untuk menentukannya, yaitu :

  1. Dengan memproduksikan barang pada tingkat di mana perbedaan di antara hasil penjualan total dengan ongkos total adalah yang paling maksimum.
  2. Dengan memproduksikan barang pada tingkat di mana hasil penjualan marginal = biaya marginal.

Cara yang pertama tidak memerlukan penjelasan yang panjang. Keuntungan adalah perbedaan di antara hasil penjualan total dengan biaya total, maka keuntungan adalah maksimum apabila perbedaan di antara dua faktor di atas mencapai maksimum.

 

Sumber :

Muhammad, M.Ag. Ekonomi Mikro Dalam Perspektif Islam.Yogyakarta.BPFE-YOGYAKARTA. 2004

Sukirno, Sadono. Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.1994

 

Sistem Ekonomi Indonesia

Posted: April 3, 2014 in Uncategorized

Pembicaraan tentang sistem ekonomi cukup sering melibatkan para tokoh pemikir bangsa Indonesia. Misalnya pada bulan Oktober 1977, sejumlah tokoh termasuk bapak koperasi, Dr. Moh. Hatta, berdiskusi dalam seminar “Penjabaran Pasal 33 UUD 1945”. Pada tahun 1981 berbagai pemikiran tentang Ekonomi Pancasila berkembang dalam semacam “dialog nasional” mengenai sistem ekonomi yang ideal yang sesuai dengan jiwa Pancasila dan UUD 1945.

Kesimpulan seminar tahun 1977 adalah bahwa Pasal 33 UUD 1945 adalah “politik ekonomi” untuk mewujudkan sistem Ekonomi Sosialisme Pancasil, di mana melalui perencanaan ekonomi nasional dikembangkan mekanisme yang harmonis untuk mengatur perilaku sekotr-sektor koperasi, usaha negara, dan usaha swasta dalam perekonomian nasional.

Sistem Ekonomi Indonesia

Pembangunan ekonomi nasional harus juga berarti pembangunan sistem ekonomi yang kita anggap paling cocok bagi bangsa Indonesia. Hal ini sudah disepakati besama. Tetapi, nampaknya faktor manusia dalam pembangunan sistem ekonomi tersebut belum mendapat perhatian semestinya, bahkan lebih merisaukan lagi, sistem ekonomi itu sendiri sering dianggap kurang penting dibanding upaya membangun perekonomian nasional yang kuat dan tangguh. Baru apabila kita sadari pentingnya pembangunan sistem ekonomi, maka pasti disadari pula peranan manusia sebagai komponen pokok dalam sistem ekonomi tersebut.

Karena ideology bangsa Indonesia adalah Pancasila, dan karena pembangunan ekonomi kita anggap paling utama dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, maka sudah semestinya kita menggunakan Pancasila sebagai landasan filosofis penyusunan sistem ekonomi nasional yang tangguh tersebut. Itulah yang kita usulkan untuk disebut sebagai sistem Ekonomi Pancasila dengan cirri-ciri yang kita turunkan dari sila-sila Pancasilas, sebagai berikut :

  1. Roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan Ekonomi, sosial dan moral.
  2. Ada kehendak kuat dari seluruh anggota masyarakat untuk mewujudkan keadaan kemerataan sosial-ekonomi.
  3. Prioritas kebijaksanaan ekonomi adalah pengembangan ekonomi nasional yang kuat dan tangguh, yang berarti nasionalisme selalu menjiwai setiap kebijaksanaan ekonomi.
  4. Koperasi merupakan sokoguru perekonomian nasional.
  5. Adanya imbangan yang jelas dan tegas antara sentralisme dan desentralisme kebijaksanaan ekonomi untuk menjamin keadilan ekonomi dan keadilan sosial dengan sekaligus menjaga prinsip efisiensi dan pertumbuhan ekonomi.

Sistem Ekonomi Pancasila adalah ekonomi nasional Indonesia yang sedikit demi sedikit mampu menemukan kembali ciri kepribadian ekonomi yang pernah ada, bahkan sebelum sistem-sistem dari Barat dan Timur mulai merasuk ke dalam perekonomian Indonesa, baik melalu praktek penjajahan, maupun melalui pengaruh-pengaruh intelektual para pemikir dan pemimpin bangsa.

Sistem Ekonomi Nasional Indonesia (SENI) yang sesuai dengan amanat pasal 33 UUD 1945 adalah sistem ekonomi usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Berjalannya satu sistem ekonomi nasional yang baik yang mampu mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan, memerlukan dua persyaratan dasar yaitu pertama, setiap pelakunya bias dan mampu melakukan fungsi tugasnya secara baik dan optimal dan kedua, ada politik ekonomi/politik perekonomian yang mampu mengarahkan.

Mengingat etika ekonomi Pancasila yang telah diuraikan, kita bias menegaskan bahwa apa yang diatur oleh Pasal 33 UUD 1945 adalah sistem ekonomi yang dimaksud, sedangkan sila-sila Pancasila merupakan kerangka landasan politik ekonomi yang memberikan semangat dan arah gerak pereonomian nasional.

Kita sering bertanya-tanya, apabila SENI adalah sistem ekonomi koperasi atau sistem ekonomi kekeluargaan, mengapa penerimaan kembali UUD 1945 pada tahun 1959 tidak menjamin pelaksanaan sistem ekonomi tersebut? Sebabnya adalah pelaksanaan sistem ekonomi memerlukan politik perekonomian yang mantap yang didasarkan pada ajaran/falsafah Pancasila. Pancasila dalam politik perekonomian tidak ada, sehingga terjadi penyimpangan-penyimpangan bahkan penyelewengan-penyelewengan, khususnya yang menjurus ke ekonomi etatisttik atau ekonomi serba-negara yang mematikan daya kreasi serta usaha rakyat/masyarakat.

Suatu cara efektif efektif dalam mengendalikan perekonomian agar tidak menjurus ke etatisme adalah dengan mengembangkan sektor swasta yang bias menjadi pembanding atau saingan sektor negara yang bias merangsang upaya-upaya peningkatan efisiensi. Selain itu penguasaan negara atas cabgang-cabang produksi perlu dibatasi pada hal-hal yang benar-benar penting bagi negara dan benar-benar menguasai hajat hidup orang banyak, yang pengaturannya perlu diatur dengan undang-undang.

Selain itu, cara yang cukup efektif untuk membatasi kegiatan ekonomi negara agar tidak menjurus ke etatisme adalah pengawasan atau penilikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat secara terus-menerus. Pengawasan oleh DPR dan BPK, apabila dilaksanakan dengan baik juga akan mampu mengarahkan gerak usaha kegiatan-kegiatan yang produktif dan efisien. Untuk itu memang diperlukan DPR yang aktif dan bermutu tinggi atau yang mampu mengarahkan keahlian yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas-tugasnya dalam melakukan pengawasan.

Di samping itu, sektor swasta perlu dibagi dua, yaitu sektor swasta kuat yang dewasa ini cukup besar peranannya dalam perekonomian termasuk swasta asing dan swasta kecil, termasuk sektor informal. Bagi sektor swasta kuat, pemerintah perlu berhati-hati untuk menjaga keseimbangan dalam kebijaksanaanya yaitu membebaskan dengan sekaligus mengendalikannya apabila ternyata menjurus ke pemusatan-pemusatan ekonomi yang bersifat monopolistik atau oligopolistik.

Pemerintah memiliki peranan yang penting sama hal nya dengan swasta. Namun peranan penting tersebut tidak berarti dominan. Peranan yang penting namun tidak dominan dari pemerintah dan swasta tersebut bertujuan agar tidak terjadinya sistem ekonomi komando yang hanya dimonopoli oleh beberapa pihak saja dan juga menghindari adanya sistem ekonomi pasar bebas yang sebebas-bebasnya.

Sistem ekonomi Indonesia berdasarkan pada asas kekeluargaan sehingga hal itu menjadikan perekonomian di Indonesia tidak hanya didominasi oleh faktor modal saja, namun juga didominasi oleh keberadaan buruh yang juga dianggap memiliki peranan yang sama pentingnya. Semua perekonomian dilaksanakan oleh rakyat, dan untuk rakyat dibawah pengawasan dari pemerintah, semua kekayaan alam Indonesia yang mencakup bumu, air dan udara di Indonesia sepenuhnya dikuasai oleh negara yang dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

Sumber-sumber kekayaan alam dan keuangan yang dimilika oleh negara dimanfaatkan dengan dasar mufakat dari lembaga perwakilan rakyat yang mendengarkan aspirasi rakyat, dan diawasi oleh kebijakan yang dibuat oleh lembaga perwakilan rakyat pula. Seluruh warga negara Indonesia memiliki hak untuk menentukan pekerjaan yang akan dilakukan dan semua warga negara memiliki hak untuk mendapat kelayakan hidup.

Sistem Ekonomi Indonesia adalah sistem Ekonomi Pancasila yang bias pula disebut sistem Ekonomi Koperasi, yang keduanya tidak bias tidak akan harus merupakan penjabaran Pasal 33 UUD 1945. Meskipun pada dasarnya isi dan jiwa pasal 33 itu sudah selalu menjadi pedoman pelaksanaan sistem ekonomi kita dari waktu ke waktu, namun dalam praktedk, pengejaran tujuan politik ekonomi jangka pendek bias kadang-kadang tanpa disadari menjauhkan kita dari garis-garis besar sistem ekonomi nasional tersebut.

Keterbukaan perekonomian Indonesia dan keterkaitannya dengan perekonomian dunia sering memberikan peluang kepada kita untuk mengabaikan prinsip-prinsip dasar sistem ekonomi tersebut demi pragmatisme pemecahan masalah-masalah ekonomi jangka pendek.

Sumber :

Mubyarto. Sistem dan moral ekonomi Indonesia. Jakarta. PT Pustaka LP3ES Indonesia. 1988

http://www.ekonoomi.com/2013/10/sistem-ekonomi-indonesia-sekarang-ini.html

 

 

Kerjasama Tim Perusahaan

Posted: October 23, 2013 in Uncategorized

Sebuah organisasi, misalnya sebuah perusahaan, harus memiliki satu visi dan misi untuk menyatukan gerak langkah anggotanya dalam mencapai tujuan. Seluruh anggota atau karyawan perusahaan harus memiliki misi yang sama sehingga akan terjadi kesamaan gerak menuju tercapainya misi dan terjalinnya kerjasama tim yang kua­t antar karyawan.

Kadang kala, terjadi ketidaksamaan misi antara perusahaan dengan karyawan. Perusahaan memiliki misi mengejar keuntungan sebesar-besarnya, sedangkan karyawan mempunyai misi mencari gaji, jabatan, dan penghargaan setinggi-tingginya. Kondisi ini akan membuat perusahaan hancur dengan sendirinya. Untuk menghindari hal tersebut, masing-masing harus menyadari tujuan perusahaan. Bila kesamaan tujuan telah dicanang­kan maka semua langkah akan seiring dan sejalan.

Kerjasama Tim

Menurut Pamudji dalam bukunya yang berjudul “Kerjasama Antar Daerah” (1985:12-13).
Kerjasama pada hakekatnya mengindikasikan adanya dua pihak atau lebih yang berinteraksi secara dinamis untuk mencapai suatu tujuan bersama. Dalam pengertian itu terkandung tiga unsur pokok yang melekat pada suatu kerangka kerjasama, yaitu unsur dua pihak atau lebih, unsur interaksi dan unsur tujuan bersama. Jika satu unsur tersebut tidak termuat dalam satu obyek yang dikaji, dapat dianggap bahwa pada obyek itu tidak terdapat kerjasama.
Unsur dua pihak, selalu menggambarkan suatu himpunan yang satu sama lain saling mempengaruhi sehingga interaksi untuk mewujudkan tujuan bersama penting dilakukan. Apabila hubungan atau interaksi itu tidak ditujukan pada terpenuhinya kepentingan masing-masing pihak, maka hubungan yang dimaksud bukanlah suatu kerjasama. Suatu interaksi meskipun bersifat dinamis, tidak selalu berarti kerjasama. Suatu interaksi yang ditujukan untuk memenuhi kepentingan pihak-pihak lain yang terlibat dalam proses interaksi, juga bukan suatu kerjasama. Kerjasama senantiasa menempatkan pihak-pihak yang berinteraksi pada posisi yang seimbang, serasi dan selaras.

Manfaat Kerjasama TIm :

1. Dapat membangun komunikasi yang baik antara team members dan atasan.
2. Meningkatkan suatu produktivitas dan kreativitas sebuah team.
3. Team members termotivasi untuk mencapai goals yang sudah ditentukan.
4. Membentuk kerjasama dan penyatuan dalam memecahkan masalah.
5. Kepuasan dan komitmen pada pekerjaan meningkat.
6. Kepercayaan dan support meningkat.
7. Dapat menyatukan karyawan yang berbeda-beda.
8. Memperjelas pekerjaan masing-masing.
9. Memperlancar jalannya peraturan dan prosedur yang ada.

Kekompakan Tim
Seorang manajer atau pemimpin seyogianya lebih berpikir keras untuk mempersiapkan dan menciptakan tim-tim siap tempur yang kompak, sekaligus termotivasi untukmemacu prestasi karena sadar betapa besar misi sekaligus ancaman yang ada di hadapan mereka. Ada beberapa karakteristik yang yang harus menyertai sebuah tim agar selalu berkarya dalam kekompakan dan keterpaduan yang solid sehingga dapat mencapai sukses:
– Memiliki tujuan yang sama
– Memiliki komitmen yang sama terhadap hal-hal kecil
– Selalu memantau kemajuan
– Saling tergantung dan percaya
– Bahasa yang umum
– Setiap personil tahu peran masing-masing dan bagaimana menjalankan peran itu
– Setiap orang bermain
– Berbagi keberhasilan

Dalam kerjasama tim ada beberapa hal yang harus di hindari seperti sifat egois atau memikirkan kepentingan individu, sebab sikap tersebut dapat menghancurkan sebuah kerjasama tim yang solid dan kita harus bisa mengesampingkan dan mengutamakan kepentingan bersama.  Selain itu pemimpin yang tidak bijaksana juga bisa membuat anggota tim tidak betah dan membuat semangat kerja mereka menurun sehingga dapat merugikan perusahaan. Sebagai pemimpin harus mau menerima pendapat maupun ide-ide kemudian untuk diambil keputusan demi tujuan bersama.

Sikap terbuka antara anggota tim bisa saling mengkritik (kritik yang membangun), sika[ terbuka antar anggota tim dapat meningkatkan motivasi dan meningkatan kreartifitas demi kemajuan perusahaan dan tanpa toleransi tim yang sekuat apapun pasti tidak akan bertahan lama. Kemudian sikap saling menghormati juga dibutuhkan demi bertahannya sebuah anggota tim, sikap saling menghargai dapat dilihat dari cara seseorang mendengarkan ide yang kita kemukakan. Jika seorang tersebut tidak menghargai anda, maka ia akan bersika cuek dan tidak memperdulikan pendapat anda.

Setiap hal yang dilakukan oleh anggota tim harus berdasarkan atas kepentingan tim, tidak boleh ada unsur pribadi dalam setiap melaksanakan pekerjaan. Tugas pemimpin adalah memastikan bahwa setiap anggota tim yang terlibat dalam melaksanakan tugas harus sesuai dengan kesepakatan tim dan tugas tersebut diselesaikan tepat pada waktunya. Sesekali adakan acara berkumpul bersama untuk meningkatkan kekompakan tim, sehingga hubungan antar sesama anggota menjadi semakin kuat. Setiap acara yang dibuat harus melibatkan setiap anggota tim, tujuannya adalah menjalin hubungan antar anggota tim dan memperkuat kerjasama tim.

Intinya, sebuah tim bukan seberapa banyak anggota yang dimiliki, namun sejauh mana tingkat keterikatan di antara anggota untuk membangun kekuatan baru. Satu alat penting untuk meningkatkan kualitas keterikatan anggota tim adalah dengan komunikasi. Komunikasi merupakan urat nadi yang menyalurkan aspirasi masing-masing anggota dalam rangka pencapaian target yang telah ditetapkan. Dengan komunikasi yang intens, semua hambatan, tantangan,  kesulitan, dan masalah dapat diselesaikan sehingga keberhasilan akan tercapai.

Sumber :

Pamudji, S. Kerjasama Antar Daerah. Jakarta. PT. Bina Aksa. 1985

http://businesslounge.co/2013/07/10/pentingnya-team-building-dalam-perusahaan/

http://sbpindonesia.wordpress.com/about/

http://kerjayuk.com/inspiration/tips-membangun-kerja-sama-tim

http://www.jurnalmedika.com/edisi-tahun-2011/edisi-no-02-vol-xxxvii-2011/281-dari-redaksi/522-kerjasama-tim-kunci-keberhasilan-sebuah-perusahaan

Teori Organisasi

Posted: October 4, 2013 in Uncategorized

Sebuah organisasi sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, seperti yang kita tahu bahwa manusia bukanlah makhluk individu yang bias bertahan hidup sendiri. Dengan bergabungnya seseorang dalam organisasi akan memudahkan membangun kekuatan untuk meraih sesuatu yang besar. Karena berkelompok memunculkan kekuatan, maka tentu saja akan memudahkan pencapaian tujuan.

Beberapa pendapat tentang arti Organisasi :

  1. Oliver Sheldon (1923)Organisasi adalah proses penggabungan pekerjaan yang para individu atau kelompok harus melakukan dengan bakat-bakat yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas, sedemikian rupa, memberukan saluran terbaik untuk pemakaian yang efisien, sistematis, positif, dan terkoordinasikan dari usaha yang tersedia.
  2. James D.Mooney (1947)Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk pencapaian tujuan bersama.
  3. John D.Miller (1954)Organisasi adalah orang-orang yang bekerjasama dan dengan demikian ini mengandung cirri-ciri dari hubungan-hubungan manusia yang timbul dalam akticitas kelompok.
  4. John Price Jones (1955)Organisasi adalah struktur dan peralatan yang tersusun dari orang-orang dan benda-benda denmgan mana suatu usaha berencana yang teratur dijalankan.
  5. Dwight Waldo (1956)Organisasi adalah struktur hubungan-hubungan di antara orang-orang berdasarkan wewenang dan bersifat tetap dalam suatu system administrasi.
  6. Herbert A.Simon, Donald W.Smithburg, dan Victor A.Thompson (1956)Organisasi adalah suatu sistem terencana mengenai usaha kerjasama dalam mana setiap peserta mempunyai peranan yang diakui untuk dijalankan dan kewajiban-kewajiban atau tugas-tugas dilaksanakan.
  7. Joseph B.Kingsbury & Robert F.Wilcox (1961)Organisasi dapat dirumuskan sebagai proses membagi-bagi pekerjaan, mengatur para pegawai untuk memikul pekerjaan dari badan usaha.
  8. Chester I.Barnard (1968)Organisasi adalah sistem kerjasama yang kompleks dari unsur pisik, biologis, pribadi, dan sosial yang ada dalam hubungan teratur yang khusus yang beralasan dari kerjasama dua orang atau lebih.

Organisasi Perusahaan

Persyaratan yang harus dipenuhi organisasi agar dapat menjadi sistem yang sepenuhnya berfungsi menurut Dalton ada enam elemen pokok. Pertama bahwa harus ada produksi, entah barang atau jasa. Kedua, harus ada usaha penjualan yang menjamin penyampaian barang atau jasa kepada mereka bagi siapa perancang barang atau jasa itu diperuntukkan. Ketiga, harus ada suatu usaha perancangan dan pengembangan yang memastikan bahwa produk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan sesuai dengan perubahan yang terjadi pada kebutuhan itu. Keempat yaitu sistem administrasi dan pengendalian yang mengandalkan komunikasi yang efektif dan pengambilan keputusan. Kedua elemen terakhir yaitu sistem hadiah dan hukuman dan filsafat perusahaan. Filsafat perusahaan penting untuk menciptakan sikap yang tepat pada masing-masing anggota dan mengokohkan motivasi yang telah diberikan melalui cara-cara lain seperti hadiah dan hukuman.

Beberapa unsur kunci dalam membuat keputusan dalam pengorganisasian yaitu :

  1. Pembagian kerja, adalah membagi seluruh beban pekerjaan menjadi tugas yang secara wajar dan nyaman dapat di laksanakan dengan penuh tanggung jawab.
  2. Departmentalisasi yaitu pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja suatu organisasi agar saling berhubungan dapat di kerjakan bersama.
  3. Menetapkan siapa yang membuat laporan, kepada siapa laporan disampaikan.
  4. Koordinasi, adalah mekanisme yang menyatukan kegiatan departemen menjadi satu kesatuan dan memantau efektivitas integrasi tersebeut.

Beberapa contoh bentuk organisasi :

  • Bentuk organisasi tunggal adalah organisasi yang pucuk pemimpinannya ada di tangan seorang. Sebutan jabatan untuk bentuk struktur organisasi tunggal antara lain Presiden, Direktur, Kepala, Ketua.
  • Bentuk organisasi jamak adalah organisasi yang pucuk pimpinannya ada di tangan beberapa orang sebagai satu kesatuan seperti Presidium, Direksi, Dewan, dll.
  • Bentuk organisasi jalur adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi dibawahnya dalam semua bidang pekerjaan.
  • Bentuk organisasi fungsional adalah organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu.

Setiap perusahaan yag mau berhasil harus tahu akan bidang-bidang yang member kemungkinan terbesar untuk berhasil. Tanpa adanya tujuan perusahaan tak mempunyai rencana maka tak aka nada ketentuan tentang perkembangan. Tanpa sasaran mustahilah suatu perusahaan menilai prestasi dan ketepatan metode dan strukturnya, dengan cara yang pasti. Perusahaan harus menentukan sasarannya, harus meneliti apakah sasaran itu bermanfaat dan dapat dicapai, kemudian mengadakan organisasi untuk mencapainya.

Alasan mengapa seseorang berorganisasi :

  1. Kelompok atau organisasi sering dipakai untuk memecahkan masalah-masalah.
  2. Orang mungkin juga masuk kelompok karena kebutuhannya diterima dan mencegah kesepian dan kerenggangan.
  3. Kelompok juga dapat memberikan bantuan pada waktu orang menjumpai kesusahan.
  4. Kelompok member orang kesempatan untuk memuaskan kebutuhannya untuk mengungkapkan perasaannya dan melakukan hubungan dengan berbagai cara.
  5. Perasaan keamanan seseorang sering dimanfaatkan dari kelompok jika mereka mengurangi kecemasan orang dengan member dukungan, pertahanan dan perasaan diikutsertakan.
  6. Dengan bergabung dalam kelompok, seseorang merasa lebih dipandang dan lebih terhormat disbanding sendirian karena alasan status.
  7. Karena merasa terhormat bila berkelompok maka seseorang merasa mempunyai harga diri.

Pengalaman berorganisasi dimulai saat remaja saat berada si sekolah menengah kejuruan, dalam berorganisasi haruslah dipenuhi dengan rasa sungguh-sungguh terutama untuk menyatukan pendapat dari masing-masing anggota organisasi. Selain mendapat teman dari yang berbeda jurusan, pengalaman berorganisasi juga bermanfaat untuk belajar lebih disiplin terhadap waktu dan belajar percaya diri untuk berani mengemukakan pendapat di depan yang lainnya namun sangatlah sulit dalam membagi waktu untuk berorganisasi terkadang sangatlah bingung harus memilih antara tidak meninggalkan waktu belajar atau memilih untuk hadir di organisasi. Jika tidak bisa mengatur waktu dengan baik maka kurang maksimalah waktu anda saat belajar ataupun saat berorganisasi. Maka dari itu mulailah untuk memilih mana yang lebih harus diutamakan supaya waktu yang ada tidak terbuang sia-sia.

Sumber :

Sutarto. Dasar-dasar Organisasi. Jogjakarta. Gadjah Mada University Press. 2012.

Barnes, M. C. Organisasi Perusahaan Teori dan Praktek. Jakarta. PT. Pustaka Binaman Pressindo. 1981.

Wahjono, Sentot Imam. Perilaku Organisasi. Yogyakarta. Graha Ilmu. 2010.

Manusia dan Keadilan

Posted: May 28, 2013 in Uncategorized

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: “Kita tidak hidup di dunia yang adil”. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.

Prinsip keadilan memiliki tempat yang sangat penting dalam Islam, sehingga untuk memiliki sifat dasar seorang muslim yaitu menjadi saleh dan bertaqwa seseorang harus berlaku adil. Sebagaiman dikatakan dalam Al Qur`an berikut :

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kamu, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan ” [QS Al Maaidah(5):8]

Lebih lagi, prinsip keadilan tetap harus dilaksanakan meskipun hal itu merugikan kepentingan sendiri atau kepentingan kerabatnya.

“Wahai orang-orang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” [QS An Nisaa(4):135]

Keadilan Sosial

Keadilan sosial berbicara tentang kesejahteraan seluruh rakyat dalam negara merdeka. Keadilan yang bisa diperoleh melalui pengadilan formal di mana saja disebut “keadilan hukum.” Keadilan hukum itu cukup sederhana, yaitu apa yang sesuai dengan hukum dianggap adil sedang yang melanggar hukum dianggap tidak adil. Jika terjadi pelanggaran hukum, maka harus dilakukan pengadilan untuk memulihkan keadilan. Dalam hal terjadinya pelanggaran pidana atau yang dalam bahasa sehari-hari disebut “kejahatan” maka harus dilakukan pengadilan yang akan melakukan pemulihan keadilan dengan menjatuhkan hukuman kepada orang yang melakukan pelanggaran pidana atau kejahatan tersebut.

Pengertian keadilan sosial memang jauh lebih luas daripada keadilan hukum. Keadilan sosial bukan sekadar berbicara tentang keadilan dalam arti tegaknya peraturan perundang-undangan atau hukum, tetapi berbicara lebih luas tentang hak warganegara dalam sebuah negara. Keadilan sosial adalah keadaan dalam mana kekayaan dan sumberdaya suatu negara didistribusikan secara adil kepada seluruh rakyat. Dalam konsep ini terkadung pengertian bahwa pemerintah dibentuk oleh rakyat untuk melayani kebutuhan seluruh rakyat, dan pemerintah yang tidak memenuhi kesejahteraan warganegaranya adalah pemerintah yang gagal dan karena itu tidak adil.

Karena Islam menganggap umat manusia sebagi satu keluarga, semua anggota keluarga ini setara dimata Allah juga dihadapan hukum yang dikeluarkan oleh Allah. Tidak ada bedanya antara kaya dan miskin, berkedudukan tinggi dan rendah, atau antara berkulit hitam dan putih. Tidak boleh ada diskriminasi karena perbedaan ras, warna kulit, atau posisi. Satu-satunya kriteria seseorang adalah karakter, kemampuan, dan baktinya terhadap kemanusiaan. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan juga kekayaanmu, namun Allah melihat hati dan perbuatanmu”.

Keadilan Ekonomi

Konsep persaudaraan dan perlakuan setara semua individu dalam masyarakat dan dihadapan hukum tidak akan berarti kecuali diiringi dengan keadilan ekonomi dimana setiap orang mendapatkan imbalan atas kontribusinya bagi masyarakat atau munculnya produk sosial, juga tidak adanya eksploitasi seseorang oleh yang lainnya. Al Qur`an mendorong muslim untuk menjaga hal ini.

“Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya” [QS Asy Syua`raa (26):183]

Hal ini berimplikasi bahwa semua individu harus mendapatkan apa yang menjadi hak nya tanpa mengurangi bagian orang lain. Rasulullah dengan tepat mengingatkan : “Hati-hatilah terhadap ketidakadilan, karena ketidakadilan adalah kegelapan di hari pembalasan”

Peringatan terhadap ketidakadilan dan ekspolitasi didesain untuk melindungi hak setiap individu dalam masyarakat (baik konsumen ataupun produsen dan distributor, baik pekerja atau yang mempekerjakan), juga untuk memajukan kesejahteraan umum, yang merupakan tujuan utama Islam.

Hukum dan Keadilan di Indonesia

Sejak berakhirnya era Orde Baru, Indonesia telah menjalankan berbagai upaya reformasi hukum dan kelembagaan yang bertujuan untuk menciptakan lembaga penegakan hukum yang mampu menghasilkan pemerintahan yang bersih. Adanya penyelenggaraan kemandirian yudisial melalui yang disebut dengan ”peradilan satu atap”, pengenalan hak menguji undang-undang melalui Mahkamah Konstitusi, dan terbentuknya berbagai peradilan khusus dan komisi pengawas terhadap lembaga yudisial, kejaksaan, dan kepolisian, merupakan perubahan dalam skala yang besar.

Kendati adanya skala reformasi dan investasi yang berarti dari donor, usaha yang berkesinambungan tetaplah diperlukan untuk menjamin bahwa perubahan kelembagaan tersebut dapat membawa keadilan lebih dekat kepada masyarakat. Tingginya apatisme masyarakat terhadap sistem hukum formal menyebabkan masyarakat lebih memilih sistem keadilan informal, yang mana seringkali bersifat diskriminatif serta tidak sejalan dengan jaminan konstitusional terhadap HAM. Lembaga penegakan hukum masih menghadapi tantangan untuk menyelesaikan atau mencegah masalah yang serius yang berpengaruh terhadap berjalannya pemerintahan lokal serta pengembangan perekonomian.

Pada kenyataannya, inisiatif untuk mereformasi lembaga penegakan hukum lebih banyak berfokus pada lembaga negara formal. Akan tetapi, keadilan bukanlah semata-mata berada dalam ranah negara. Pemimpin desa dan adat yang merupakan aktor penyelesaian sengketa alternatif utama di Indonesia, memainkan peranan aktif terhadap lebih dari 75% sengketa. Namun, institusi tersebut telah dipasung selama 30 tahun di bawah pemerintahan yang sangat sentralistik. Kebutuhan untuk memperoleh keadilan bagi kelompok yang terpinggirkan, khususnya minoritas etnis dan agama serta perempuan, seringkali tidak diperhatikan dalam sistem penyelesaian sengketa di tingkat desa. Hal ini tentunya membutuhkan dukungan dan perhatian lebih.

Terkait dengan isu-isu tersebut, Pemerintah Indonesia telah mengembangkan Strategi Nasional Akses terhadap Keadilan (Stranas). Strategi ini mencoba menguji betapa persoalan-persoalan yang berhubungan dengan negara hukum (rule of law) memiliki keterkaitan dengan kemiskinan. Stranas meyoroti sebuah pendekatan yang memperkuat masyarakat miskin untuk menyadari hak-hak dasar mereka, baik melalui mekanisme formal maupun informal, sebagai sebuah cara untuk mengentaskan kemiskinan. Stranas juga menekankan bahwa reformasi penegakan hukum membutuhkan tidak hanya solusi teknis hukum semata, namun juga pendekatan sosio-politik. Saat ini, beberapa rekomendasi pokok dari Stranas sedang disatukan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2010-2014).

Stranas memiliki rencana aksi yang mencakup delapan area kunci:

  1. Sektor Reformasi Yudisial dan Hukum
  2. Pemberian Bantuan Hukum
  3. Tata Pemerintahan Lokal
  4. Tanah dan Sumber Daya Alam
  5. Isu Gender
  6. Hak-Hak Anak
  7. Reformasi Perburuhan, dan
  8. Pemberdayaan Masyarakat Miskin dan yang Termarjinalkan

Sumber :

http://id.wikipedia.org

http://www.midori-tokodai.org/index.php?option=com_content&view=article&id=168:persaudaraan-dan-keadilan-universal&catid=45:artikel&Itemid=171

http://web.worldbank.org/WBSITE/EXTERNAL/COUNTRIES/EASTASIAPACIFICEXT/INDONESIAINBAHASAEXTN/0,,contentMDK:22367681~pagePK:1497618~piPK:217854~theSitePK:447244,00.html